Ilustrasi siswa sedang mengikuti UTBK (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) seharusnya menjadi jalur yang adil bagi siswa untuk masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, praktik kecurangan justru semakin marak, bahkan makin canggih.
Baca juga: Kisah Inspiratif Mahasiswa UNAIR Taklukkan UTBK-SNBT, Sempat Burnout Hingga Lolos Impian
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menjadi penyebab tingginya kecurangan dalam SNBT:
Banyak siswa yang merasa bahwa masa depan mereka sangat ditentukan oleh keberhasilan lolos ke universitas ternama.
Anggapan bahwa masuk ke PTN favorit dapat menjadi sukses, membuat sebagian peserta mengalami tekanan luar biasa, baik dari keluarga, lingkungan, maupun diri sendiri.
Dalam kondisi tertekan seperti ini, sebagian siswa lebih memilih jalan pintas, termasuk berbuat curang, demi memastikan kelulusan.
Jumlah kursi yang tersedia di jurusan favorit sangat terbatas dibandingkan jumlah pendaftar. Akibatnya, persaingan menjadi sangat sengit.
Situasi tersebut mendorong sebagian peserta untuk mengambil risiko besar. Sebab, merasa peluang lolos secara jujur sangat kecil jika mengandalkan kemampuan dari diri sendiri.
Akibatnya, makin tinggi persaingan, semakin besar pula godaan untuk melakukan kecurangan saat ujian.
Kecurangan dalam SNBT kini tidak lagi dilakukan secara sederhana. Pelaku memanfaatkan teknologi modern, seperti kamera mikro yang disembunyikan di kacamata, kancing, atau bahkan behel.
Selain itu, ada juga penggunaan aplikasi remote access yang memungkinkan pihak luar mengendalikan komputer peserta dari jarak jauh.
Hal ini menunjukkan bahwa kecurangan yang dilakukan sudah terorganisir dan melibatkan perencanaan matang.
Baca juga: Tren Positif Terus Meningkat, Rusia Tambah Kuota Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan