Rabu, 22 APRIL 2026 • 13:00 WIB

Miris! 5 Faktor Utama yang Menjadi Penyebab Tingginya Kecurangan SNBT

Author

Ilustrasi siswa sedang mengikuti UTBK (AI/Gemini)

INDOZONE.ID - Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) seharusnya menjadi jalur yang adil bagi siswa untuk masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, praktik kecurangan justru semakin marak, bahkan makin canggih.

Baca juga: Kisah Inspiratif Mahasiswa UNAIR Taklukkan UTBK-SNBT, Sempat Burnout Hingga Lolos Impian

Berikut adalah beberapa faktor utama yang menjadi penyebab tingginya kecurangan dalam SNBT:

5 Faktor Utama Penyebab Tingginya Kecurangan SNBT

1. Tekanan Tinggi untuk Lolos ke PTN Favorit

Banyak siswa yang merasa bahwa masa depan mereka sangat ditentukan oleh keberhasilan lolos ke universitas ternama.

Anggapan bahwa masuk ke PTN favorit dapat menjadi sukses, membuat sebagian peserta mengalami tekanan luar biasa, baik dari keluarga, lingkungan, maupun diri sendiri.

Dalam kondisi tertekan seperti ini, sebagian siswa lebih memilih jalan pintas, termasuk berbuat curang, demi memastikan kelulusan.

2. Persaingan Ketat dan Kuota Terbatas

Jumlah kursi yang tersedia di jurusan favorit sangat terbatas dibandingkan jumlah pendaftar. Akibatnya, persaingan menjadi sangat sengit.

Situasi tersebut mendorong sebagian peserta untuk mengambil risiko besar. Sebab, merasa peluang lolos secara jujur sangat kecil jika mengandalkan kemampuan dari diri sendiri.

Akibatnya, makin tinggi persaingan, semakin besar pula godaan untuk melakukan kecurangan saat ujian. 

3. Modus Kecurangan Makin Canggih

Kecurangan dalam SNBT kini tidak lagi dilakukan secara sederhana. Pelaku memanfaatkan teknologi modern, seperti kamera mikro yang disembunyikan di kacamata, kancing, atau bahkan behel.

Selain itu, ada juga penggunaan aplikasi remote access yang memungkinkan pihak luar mengendalikan komputer peserta dari jarak jauh.

Hal ini menunjukkan bahwa kecurangan yang dilakukan sudah terorganisir dan melibatkan perencanaan matang. 

Baca juga: Tren Positif Terus Meningkat, Rusia Tambah Kuota Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia

4. Adanya Jaringan Perjokian dan Oknum Lembaga

Tidak sedikit kasus yang melibatkan joki profesional atau bahkan oknum dari lembaga bimbingan belajar.

Mereka menawarkan jasa untuk membantu peserta lulus dengan cara yang curang, termasuk memalsukan dokumen atau menggantikan peserta saat ujian.

Praktik tersebut menjadikan kecurangan sebagai bisnis yang merugikan banyak pihak, terutama bagi peserta yang berusaha jujur.

5. Pergeseran Nilai Akademik

Masalah yang paling mendasar adalah perubahan cara pandang terhadap pendidikan. Banyak siswa yang lebih fokus pada hasil akhir berupa nilai tinggi, ketimbang proses dan kejujuran.

Ketika integritas tidak lagi menjadi prioritas, kecurangan dianggap sebagai hal wajar selama tujuan masuk ke PTN favorit yang diinginkan tercapai.

Baca juga: Daftar PTN dengan UKT Terendah di Indonesia, Ada Kampus Incaranmu?

Kecurangan dalam SNBT bukan hanya masalah teknis, tetapi juga masalah moral dan budaya. Selama tekanan sosial tinggi dan integritas tidak dijunjung, praktik ini akan terus muncul dalam berbagai bentuk.

Selain harus memperketat sistem, penting untuk membangun kesadaran peserta bahwa keberhasilan sejati tidak hanya ditentukan oleh hasil, melainkan lewat kejujuran dalam prosesnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU