Adreas Chalvin Wayangkau, mahasiswa Universitas Cendrawasih (kemdiktisaintek.go.id)
INDOZONE.ID - Kita tahu bahwa banyak orang yang ingin melanjutkan studi ke bangku kuliah. Tapi, gak semua bisa diraih dengan mudah.
Salah satunya yaitu cerita dari Adreas Chalvin Wayangkau. Pria asal Serui ini memiliki tekad kuat dari SMP untuk menjadi seorang perawat atau tenaga kesehatan. Padahal, daerahnya dikenal sebagai pencipta pesepakbola andalan Indonesia.
Bukan tanpa alasan, keinginan nya untuk menjadi seorang tenaga kesehatan karena pengalaman pribadi. Ia pernah terkena penyakit malaria, dari situ lah tekad menjadi seorang tenaga kesehatan bulat.
Baca juga: Siap Dukung Startup Mahasiswa, UI Selenggarakan Hackathon dengan Fokus Berbasis Teknologi
“Sejak itu saya langsung bercita-cita ingin jadi tenaga kesehatan, agar tidak ada lagi orang di kampung saya yang merasakan sakit yang saya rasakan,” kata Adreas.
Namun, cita-cita untuk meraih mimpi tidak mudah. Karena faktor biaya yang menjadi hambatan bagi Adreas meraih yang diinginkan. Adreas dibesarkan oleh keluarga dengan latar belakang nelayan, tidak ada biaya untuk kuliah.
Berkat doa dan usaha yang gak pernah berhenti, membuat Adreas berusaha meraih beasiswa, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ini juga direkomendasikan oleh sang kakak yang lebih dulu berkuliah.
Baca juga: Cerita Zaskia Zahra, Anak Supir yang Lolos Beasiswa di Universitas Toronto Kanada
Untuk mengurusi hal tersebut, Andreas harus pergi ke Kota Jayapura, dimana jaraknya cukup jauh tempat tinggalnya. Hanya bermodal uang secukupnya dan sagu, Andreas berhasil sampai.
Selama di Jayapura, otak Adreas terbesit untuk mencari pundi-pundi uang buat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walaupun nominalnya kecil, tapi cukup buat makan setiap harinya.
Usaha Adreas gak sia-sia, ia berhasil lolos sebagai penerima KIP-K. Andreas pun langsung memberi kabar baik ini kepada keluarga di kampung nya. Ia pun berhasil lolos sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Cendrawasih.
“Keluarga senang, orang tua bilang sekarang karena sudah dapat beasiswa harus belajar bersungguh-sungguh dan kembali ke kampung,” kenang Adreas sekali lagi.
Sampai saat ini, Adreas tetap kekeh mengejar cita-cita sebagai perawat. Ia selalu berusaha dan tekun belajar sampai berharap toga yang diidam-idamkannya hadir pada acara wisuda nanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemdiktisaintek.go.id