Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 17:11 WIB

Mahasiswa KKN UNY Kembangkan Eco Enzyme Sederhana dari Limbah Rumah Tangga

Author

Kegiatan pembuatan Eco Enzyme (uny.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta mengembangkan Eco Enzyme dari limbah organik rumah tangga di Dusun Punukan, Wates, Kulonprogo. 

Pembuatan Eco Enzyme dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNY. Program ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan sampah, pemanfaatan limbah organik, dan mendukung pola hidup berkelanjutan. 

Baca juga: Trenggalek Gandeng Universitas Korea Selatan, Buka Jalan Generasi Muda ke Dunia Internasional

Tim KKN ini terdiri dari 11 mahasiswa, antara lain Riza Rahmad Mardani, Valencya Putri Ambarwati, Della Atmadja Putri, Gunawan Wiseno, Wahyu Widi Astuti, Ratna Suryani, Ikhsan Nurrohman, Riyan Tri Padmono, Deannova Bintang Lashonda, Sherly Puspita Sari, dan Fidellia Heidy Palma Andini.

Mereka aktif mendampingi warga untuk praktek langsung membuat Eco Enzyme dengan bahan sederhana dan pastinya mudah ditemukan di sekitar rumah.

Baca juga: Daftar Lengkap: 20 PTN yang Langsung Coret Kalau Bukan Pilihan Utama

Ketua KKN Punukan, Fidellia Heidy Palma Andini mengungkapkan, Eco Enzyme ini adalah cairan hasil fermentasi dari kulit buat atau sayuran segar, gula molase, atau gula merah, dan air. Proses fermentasi dilakukan dengan perbandingan bahan 10:1:3, selama 90 hari. 

“Cairan berwarna cokelat tua dengan aroma asam-manis ini terbukti memiliki banyak manfaat, mulai dari pembersih lantai, deterjen alami, pembersih kamar mandi, pupuk organik, hingga pestisida ramah lingkungan” katanya.

Baca juga: Aksi Kocak Mahasiswa Bikin Dosen Bingung: Kompak Pakai Seragam SMA di Ruang Kuliah!

Sedangkan menurut Riza Rahmad Mardani, Eco Enzyme dipilih karena relevan dengan isu lingkungan saat ini. Ia menyebut bahwa sampah organik bukan hanya untuk dibuang, tapi juga diolah.

Kegiatan ini pun disambut dengan antusiasme dari warga. Masyarakat dilatih dari menyiapkan wadah berpenutup, memilih kulit buah, hingga mengeluarkan gas fermentasi tiap minggu.

Baca juga: 9 Ilmuwan UNPAD Masuk Daftar World’s Top 2% Scientists 2025: Berikut Daftarnya

“Kami sengaja memilih metode yang sederhana supaya warga mudah mempraktikkannya. Harapannya, mereka bisa melanjutkan produksi secara mandiri setelah KKN selesai” papar Gunawan Wiseno.

Dengan semangat kolaborasi ini menjadi bukti bahwa langkah kecil seperti mengolah sampah rumah tangga bisa memberikan dampak besar untuk kelestarian lingkungan dan kesejahteraan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uny.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU