Bantu Wujudkan Mimpi, Mahasiswa UNAIR Dampingi Siswa di Pelosok Desa Lanjut ke Perguruan Tinggi
INDOZONE.ID - Komunitas REDUKA asal Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga, kembali menuai sorotan dengan menyelenggarakan kegiatan sosial di bidang pendidikan.
Komunitas yang digarap oleh Iqbal Rohim Al Farisi dan Catur Ratna Sa’adah itu dikemas dalam tema REDUKA School Visit, ke sekolah di daerah pedesaan terpencil, salah satunya Pondok Pesantren Nurul Ummah di Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan sosial itu bertujuan untuk mendampingi para peserta didik yang memiliki kekurangan ekonomi dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Iqbal melihat banyak dari siswa yang memiliki potensi kuat, namun terhalang dengan akses informasi dan pendampingan yang kurang.
Berdasarkan informasi di laman UB, permasalahan utama yang dihadapi para siswa adalah minimnya akses dalam mencari informasi mengenai jalur masuk perguruan tinggi, akses beasiswa, serta strategi dalam menentukan jurusan yang sesuai.
“Banyak siswa sebenarnya mampu, tetapi mereka merasa kuliah itu mahal dan rumit, karena tidak tahu jalurnya. Sebagian besar dari mereka juga tidak tahu harus mulai dari mana. Keraguan itu akhirnya membuat mimpi melanjutkan pendidikan terhenti” jelas Iqbal.
Baca juga: Libur Kuliah Produktif! Berikut 6 Pilihan Kerja Part Time yang Bisa Kamu Coba
Acara diawali dengan berbagi kisah perjuangan menempuh pendidikan tinggi sebagai sumber motivasi siswa. Lalu dilanjutkan dengan sesi bimbingan mengenai jalur masuk perguruan tinggi, tips meraih beasiswa, konsultasi pemilihan jurusan, sampai penyusunan rencana studi.
“Kami membantu mereka memetakan minat dan kemampuan, supaya pilihan jurusan lebih sesuai dengan potensi yang mereka miliki,” ujar Iqbal.
Pendampingan REDUKA tidak berhenti pada kegiatan tatap muka semata. Program ini dirancang sebagai proses berkelanjutan yang mencakup pembinaan intensif, pemantauan perkembangan peserta, hingga pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan siswa.
“Setelah kegiatan ini, peserta kami masukkan ke dalam grup bimbingan belajar gratis persiapan UTBK-SNBT 2026 agar mereka tetap bisa berkonsultasi,” tambahnya.
Baca juga: ITB Kolaborasi dengan Sejumlah Kampus, Bergerak Cepat Bantu Korban Bencana di Sumbar
Pendampingan tersebut memberikan dampak positif bagi siswa, terutama dalam menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri.
Siswa yang sebelumnya masih ragu, kini menunjukkan sikap lebih aktif, berani mengajukan pertanyaan, serta mulai menyusun langkah konkret untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
REDUKA berharap siswa yang berasal dari pelosok desa tidak lagi menutup mimpinya untuk masuk ke jenjang perkuliahan seperti dahulu.
Iqbal menutup dengan menekankan bahwa informasi dapat diakses oleh siapa saja, kemampuan dapat terus diasah, dan peluang akan selalu terbuka bagi mereka yang berani mencoba.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id