Duta Besar Jepang Masaki Yasushi (ANTARA)
INDOZONE.ID - Jepang menjadi salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Jadi gak heran, jika ilmu pengetahuan berkembang pesat disana.
Ini bukan sebatas pengetahuan saja, tetapi berawal dari gaya hidup yang disiplin dan tekun membuat Jepang seperti saat ini. Namun, sistem pendidikan yang kuat dan bagus tidak menjamin banyak diminati. Karena saat ini, Jepang sedang mengalami krisis mahasiswa.
Baca juga: 15 Jurusan Kuliah Paling Dicari 2025: Prospek Kerja Cerah, Anti Pening!
Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi berupaya mendorong pelajar Indonesia buat lanjut studi ke Jepang. Soal urusan biaya, akan ada beasiswa yang bakal disediakan oleh pemerintah Jepang.
Masaki juga bilang kalau biaya hidup bagi pelajar di Jepang masih relatif rendah, dibandingkan dengan di negara-negara Eropa. Ia juga menyinggung terkait budaya Jepang yang gak jauh beda dengan Indonesia. Misalnya makanan pokok nya yaitu nasi, kebiasaan buat hidup bersih, bahkan nilai budaya yang mirip.
Baca juga: Makin Berwarna, UI Segera Buka Pusat Studi China
Berdasarkan data dari Kedubes Jepang di Jakarta, jumlah pelajar Indonesia di Jepang naik jadi 5.397 pada tahun 2024. Sementara pada tahun 2023 terdapat 4.892 orang, lalu pada tahun 2022 terdapat 4.079.
Pelajar penerima beasiswa juga mengalami peningkatan. Sebanyak 1.168 mendapatkan beasiswa Monbukagakusho (MEXT) di tahun 2024. Sedangkan pada tahun 2023, tercatat ada 1.093 orang, serta 2022 ada 1.024 orang.
Kalau gak dapat? Jangan khawatir, beberapa kampus di Jepang juga menawarkan program beasiswa seperti Universitas Tohoku, Universitas Hiroshima, Universitas Nagoya, dan Universitas Tokyo. Jadi sebenarnya banyak pilihan beasiswa yang bisa Kamu diikuti.
Baca juga: Berlatih Komunikasi Lingkungan bersama Telkom University
Akan tetapi, beasiswa tersebut masih tidak banyak peminatnya, belum menunjukkan peningkatan jumlah yang signifikan. Makanya, upaya ini jadi langkah bagi Indonesia dan Jepang untuk mendorong kerja sama dalam bidang pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA, Instagram/@sekolahpebisnis