Ninik Yuniati, A.Md
INDOZONE NEWS - Ninik Yuniati, A.Md lahir di Surabaya pada 6 Juni 1976. Beliau menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Surabaya, yaitu di SDN Karah VI, SMPN 21 Surabaya, dan SMAN 6 Surabaya. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan di D3 Teknologi Kesehatan Gigi Universitas Airlangga (UNAIR) dan lulus pada tahun 1998.
Perjalanan pendidikan Bu Ninik tidak selalu berjalan mulus. Di awal masa perkuliahan, beliau sempat merasa kurang tertarik dengan jurusan yang diambil karena memiliki persepsi bahwa profesi tersebut hanya sebatas “tukang gigi”. Bahkan, beliau pernah merasa ingin berhenti kuliah karena kurangnya minat dan sulit memahami materi. Namun, berkat dorongan dari teman serta mengingat perjuangan orang tua, beliau memutuskan untuk tetap melanjutkan masa studinya.
Titik balik terjadi ketika beliau tidak mampu menjawab pertanyaan dosen dan diminta untuk menghafal seluruh istilah dalam anatomi gigi. Dari situlah beliau mulai benar-benar belajar dengan sungguh-sungguh. Berkat bimbingan dosen yang sabar dan kompeten, beliau akhirnya mulai memahami bidang yang dipelajari dan mengembangkan keterampilan sebagai mahasiswa yang terampil.
Baca juga: Kisah Inspiratif Ahad Ameen, Mahasiswa Internasional Pertama di FKep USU
Setelah lulus pada Oktober 1998, Bu Ninik memulai kariernya di Ivodent Bali. Awalnya, beliau hanya berniat berkunjung, tetapi beliau justru ditawari bekerja oleh sang pemilik laboratorium. Dari situlah perjalanan panjangnya dimulai.
Selama hampir 20 tahun bekerja di Ivodent Bali, beliau meniti karier dari berbagai posisi. Empat tahun pertama, beliau bekerja di bagian cor model, pindex, dan wax up. Kemudian, selama tiga tahun berikutnya, beliau mendalami aplikasi porselen. Memasuki tahun ke-7 hingga ke-8, beliau dipercaya menjadi kepala produksi.
Selama menjabat sebagai kepala produksi, beliau mendapatkan banyak kesempatan untuk mengikuti pelatihan, baik di dalam maupun luar negeri. Dari pengalaman tersebut, beliau semakin memperluas wawasan dan keterampilannya sebagai dental technician, serta belajar dari berbagai praktisi internasional.
Pada November 2016, Bu Ninik mulai merintis usaha sendiri dengan mendirikan laboratorium dental, meskipun saat itu masih bekerja di Ivodent hingga akhirnya resmi mengundurkan diri pada Agustus 2018. Di awal merintis usaha, beliau hanya dibantu oleh dua asisten lulusan SMA. Tantangan terbesar saat itu adalah sulitnya mencari tekniker yang bersedia bekerja di laboratorium kecil.
Baca juga: Inspiratif! Ari Praneza Ahmad Sabet Juara 1 Mapres 2026 Universitas Negeri Semarang
Namun, dengan semangat pantang menyerah dan sikap positif, beliau tetap melanjutkan usahanya meskipun terkadang tidak ada pekerjaan yang masuk. Seiring waktu, pelanggan mulai berdatangan, hingga akhirnya beliau mampu menyewa ruko sebagai tempat laboratorium yang sebelumnya hanya dilakukan di rumah dengan fasilitas terbatas.
Saat pandemi COVID-19 melanda, jumlah pekerjaan memang menurun. Namun, beliau tetap bersyukur dan terus berusaha. Pada masa tersebut, beliau juga mendapat kesempatan untuk menjadi pembicara webinar di kampus UNAIR. Dari situlah mulai banyak mahasiswa yang tertarik untuk magang di laboratoriumnya.
Meskipun sempat mengalami kendala dengan staf yang harus kembali ke daerah asal, Bu Ninik tetap konsisten membangun tim. Hingga akhirnya, beliau mendapatkan tenaga kerja yang bertahan dan membantu mengembangkan laboratorium. Kini, usahanya terus berkembang dan mampu mengikuti kemajuan teknologi di bidang dental.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mawapres Unair