UNAIR - UiTM MELAKA - Dokumentasi Pribadi
INDOZONE.ID - Universitas Airlangga terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan internasionalisasi pendidikan tinggi melalui berbagai kerja sama akademik di tingkat global. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui International Lecturer and Student Exchange Programme (Student Mobility Programme 2026) yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Melaka, Kampus Alor Gajah, Malaysia, pada 14–20 Juni 2026.
Program tersebut diikuti oleh 20 mahasiswa dan tiga dosen dari Departemen Bisnis, Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, bersama delegasi dari President University. Selama tujuh hari, para peserta mengikuti beragam kegiatan akademik, profesional, budaya, dan sosial yang dirancang untuk memperluas wawasan global, meningkatkan kompetensi lintas budaya, serta mempererat hubungan dengan sivitas akademika UiTM.
Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta yang dilanjutkan dengan jamuan sarapan selamat datang dari UiTM. Dalam kesempatan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan salah satu kuliner khas Malaysia, Nasi Lemak, yang menjadi pengalaman awal dalam mengenal budaya negara tuan rumah.
Acara pembukaan mempertemukan pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa dari Universitas Airlangga, President University, serta UiTM. Masing-masing institusi mempresentasikan profil akademik, program internasional, dan berbagai bentuk kolaborasi yang telah maupun sedang dijalankan. Sesi ini tidak hanya menjadi seremoni pembukaan, tetapi juga menjadi ruang diskusi untuk membangun jejaring sekaligus menjajaki peluang kerja sama akademik dan penelitian di masa mendatang.
Baca juga: Gandeng ILO, UNAIR Dorong Generasi Muda Jadi Kunci Transisi Energi Berkeadilan di Indonesia
Kegiatan akademik menjadi inti dari program melalui Academic Exchange Session dan Academic Sharing & Interactive Discussion. Para peserta mengikuti perkuliahan sesuai bidang keilmuan masing-masing, meliputi Economics & Finance, Marketing & Management, Accounting, serta Language & Communication.
Selama mengikuti kelas, mahasiswa merasakan suasana pembelajaran yang interaktif melalui diskusi, analisis studi kasus global, dan partisipasi aktif di dalam kelas. Metode pembelajaran tersebut mendorong kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, serta komunikasi yang efektif sehingga memberikan pengalaman baru mengenai sistem pembelajaran di lingkungan internasional.
Salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah sesi pembelajaran bahasa Inggris yang dipandu oleh Dr. Irene dan Dr. Kuldip. Melalui permainan flash card serta latihan berbicara secara spontan, peserta tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga membangun rasa percaya diri dalam menyampaikan gagasan di lingkungan akademik internasional.
Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Para peserta juga diajak mengunjungi sejumlah fasilitas strategis di lingkungan UiTM untuk memahami tata kelola perguruan tinggi dan pengembangan inovasi.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah UiTM Archive. Di sana, peserta mempelajari sistem pengelolaan arsip yang mengintegrasikan dokumen fisik dan digital sehingga mendukung pengelolaan informasi yang efektif, aman, dan terstruktur. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya sistem dokumentasi dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi yang modern.
Delegasi juga mengunjungi Youth Business Incubator (YouBi), sebuah pusat pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai berbagai program pendampingan, inkubasi bisnis, dan pembinaan kewirausahaan yang membantu mahasiswa mengembangkan ide inovatif menjadi usaha yang berkelanjutan. Pengalaman tersebut memberikan inspirasi mengenai peran perguruan tinggi dalam menciptakan inovator dan wirausahawan muda.
Selain memperkaya pengalaman akademik, Student Mobility Programme juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal kekayaan budaya dan sejarah Malaysia.
Berbagai destinasi ikonik dikunjungi selama program berlangsung, di antaranya Alina Batik, Hanuris Foodhub, Masjid Selat Melaka, A Famosa, dan kawasan wisata Jonker Street. Melalui kunjungan tersebut, peserta mempelajari keberagaman budaya Malaysia, kerajinan tradisional, industri kuliner lokal, serta sejarah Melaka sebagai salah satu pusat perdagangan penting di Asia Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Unair