INDOZONE.ID - Kesuksesan tidak selalu datang secara instan. Bagi Asiano Mapilindo, A.Md., alumni Program Studi D-III Teknologi Kesehatan Gigi VOKASI UNAIR, perjalanan karier merupakan proses panjang yang dibangun melalui pengalaman, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar.
Lulus pada tahun 1998, Asiano bahkan telah memperoleh tawaran pekerjaan sebelum resmi menyelesaikan pendidikannya berkat keterampilan yang dimilikinya.
Karier profesional Asiano dimulai di Ivodent Bali pada tahun 1998. Di perusahaan tersebut, ia mengasah kemampuan teknis sebagai teknisi gigi sekaligus membangun fondasi pengalaman kerja.
Dedikasi dan konsistensi yang ditunjukkan selama bekerja membuatnya terus dipercaya hingga akhirnya memperoleh penugasan baru di Jakarta pada tahun 2004.
Baca juga: Kunjungan ke Kampus Budaya, Dekan dan Wakil Dekan FIB se-Indonesia Enjoy Campus Tour di FIB Undip
Perpindahan tugas ke Jakarta menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan karier Asiano. Baginya, perubahan lingkungan kerja bukan sekadar tuntutan profesi, melainkan kesempatan untuk memperluas pengalaman dan meningkatkan kompetensi.
Ia memegang prinsip, "sebelum perang, asah dahulu pedangmu," sebagai pengingat untuk selalu mempersiapkan diri sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar. Prinsip tersebut mendorongnya untuk terus mengembangkan kemampuan melalui berbagai kesempatan belajar.
Tidak hanya berkarier di dalam negeri, Asiano juga aktif mengikuti berbagai pelatihan internasional di Singapura dan Jerman. Pengalaman tersebut memperkaya wawasan sekaligus memperkenalkannya pada perkembangan teknologi terkini di bidang teknologi kesehatan gigi.
Sebelum membangun usaha sendiri, Asiano dipercaya menduduki posisi manager. Jabatan tersebut memberikan pengalaman berharga dalam memimpin tim, mengelola pekerjaan, serta menghadapi tekanan yang menjadi bagian dari dunia teknisi gigi.
Menurutnya, profesi teknisi gigi identik dengan tenggat waktu yang ketat sehingga dibutuhkan ketahanan mental yang kuat. "Jadi teknisi harus punya kekuatan untuk menghadapi stres, karena setiap saat adalah deadline," ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika memutuskan untuk mengambil langkah yang lebih besar sebagai seorang wirausahawan.
Pada tahun 2020, Asiano mendirikan Seno Dental Lab sebagai laboratorium gigi yang dibangun dari nol. Keputusan tersebut lahir dari keberanian untuk mandiri sekaligus keyakinan bahwa setiap proses kehidupan membawa pelajaran yang berharga.
"Apa yang terjadi saat ini adalah yang terbaik buat kita," menjadi prinsip yang selalu ia pegang selama membangun laboratoriumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Unair