Ilustrasi wawancara kerja (freepik)
INDOZONE.ID - Sudah mengirim puluhan lamaran tapi belum ada satupun yang dipanggil interview? Bisa jadi masalahnya bukan pada kurangnya kualifikasi, melainkan teknis yang sebenarnya bisa dihindari.
Berikut 6 kesalahan fatal namun umum yang sering membuat lamaran kerja berakhir diabaikan oleh HRD.
Banyak perusahaan besar kini menyaring CV secara otomatis menggunakan Applicant Tracking System (ATS) sebelum benar-benar dibaca manusia.
CV dengan desain terlalu rumit, banyak elemen grafis, tabel bertumpuk, atau disimpan dalam format gambar (bukan teks) sering gagal terbaca sistem, sehingga otomatis tersingkir meski kualifikasi pelamar sebenarnya memenuhi syarat.
Baca juga: Sering Diabaikan, Ini Tips Mencantumkan Pengalaman Organisasi di CV yang Benar
Mengirim lamaran dengan subjek email kosong, atau hanya bertuliskan "Lamaran Kerja" tanpa detail apapun, membuat email mudah tertumpuk dan sulit ditemukan di antara ratusan lamaran lain yang masuk ke HRD.
Tulis subjek email secara spesifik, misalnya format "Lamaran – [Posisi] – [Nama Lengkap]", sesuai instruksi yang biasanya sudah tercantum di lowongan.
Mengirim lamaran secara massal ke berbagai posisi tanpa menyesuaikan kualifikasi adalah kesalahan klasik. Ketika HRD melihat CV yang generik dan tidak relevan dengan kebutuhan posisi yang dilamar, kemungkinan besar lamaran akan langsung dilewati.
Banyak pelamar hanya mengirim CV tanpa cover letter atau body email yang menjelaskan alasan melamar dan nilai tambah yang bisa ditawarkan.
Padahal, cover letter singkat bisa menjadi first impression yang membedakan pelamar dari kandidat lain dengan kualifikasi serupa.
Sertakan cover letter singkat (3-4 paragraf) yang menjelaskan motivasi melamar, relevansi pengalaman, dan kontribusi yang bisa diberikan.
Salah menyebut nama perusahaan (misalnya masih menyebut nama perusahaan lain karena lupa mengubah template), atau nomor telepon dan email yang sudah tidak aktif.
Membuat HRD kesulitan atau enggan menghubungi balik meski CV sebenarnya menarik.Selalu proofread ulang sebelum mengirim, dan pastikan setiap detail kontak dalam kondisi aktif dan bisa dihubungi.
Beberapa pelamar mengirim lamaran ke email pribadi HRD alih-alih alamat resmi perusahaan, atau melamar lewat platform yang sebenarnya sudah tidak dipantau lagi oleh tim rekrutmen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: LinkedIn, JobStreet, Dealls