Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 01 JULI 2026 • 17:25 WIB

Di Balik Konten Viral, Mahasiswa USNI Kupas Tuntas Cara Baca Algoritma TikTok Bersama INDOZONE

Di Balik Konten Viral, Mahasiswa USNI Kupas Tuntas Cara Baca Algoritma TikTok Bersama INDOZONEWebinar ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan sivitas akademika USNI untuk memahami pentingnya strategi konten di era digital. (Dok. Siaran Pers)

INDOZONE.ID - Z Creators Academy by INDOZONE x dibimbing.id bekerja sama dengan Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) menyelenggarakan webinar bertajuk "Cara Baca Algoritma TikTok Biar Akun Kamu Makin Gacor" secara daring melalui Zoom. 

Kegiatan ini menghadirkan Gregorius Satrio Adi Arto Pambudi, Retail Marketing di sebuah Global Smartphone Brand, yang membagikan wawasannya mengenai cara kerja algoritma TikTok serta strategi mengoptimalkan performa konten di platform tersebut.

Webinar ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan sivitas akademika USNI untuk memahami pentingnya strategi konten di era digital. 

Melalui pemaparan yang aplikatif, peserta diajak mengenali bagaimana algoritma TikTok bekerja serta faktor-faktor yang memengaruhi distribusi konten hingga dapat menjangkau lebih banyak audiens melalui halaman For You Page (FYP).

Baca juga: Rekomendasi 3 Web Kalkulator Nilai Rapor, "Peramal" Peluang Lolos SNBP

Dalam materinya, Gregorius menjelaskan bahwa berdasarkan Survei APJII 2026, TikTok menjadi platform media sosial yang paling sering diakses masyarakat Indonesia dengan persentase 31,8%, mengungguli Facebook (29,4%) dan Instagram (27,7%). 

Tingginya penggunaan TikTok juga didukung oleh penetrasi internet Indonesia yang telah mencapai 81,72%, sehingga membuka peluang besar bagi individu maupun organisasi untuk membangun personal branding dan menyampaikan pesan kepada masyarakat secara lebih luas.

Di Balik Konten Viral, Mahasiswa USNI Kupas Tuntas Cara Baca Algoritma TikTok Bersama INDOZONEWebinar ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan sivitas akademika USNI untuk memahami pentingnya strategi konten di era digital. (Dok. Siaran Pers)

"Banyak orang mengira algoritma itu rumit. Padahal, yang paling penting adalah bagaimana kita membuat konten yang benar-benar disukai audiens. Jika penonton menonton video kita sampai selesai, lalu komentar, share video, atau kembali menonton konten kita, itu menjadi sinyal positif bagi algoritma," jelas Gregorius.

Ia menerangkan bahwa algoritma TikTok bekerja dengan mempelajari perilaku setiap pengguna melalui berbagai sinyal interaksi, seperti follow, like, comment, share, hingga watch time atau durasi menonton.

Baca juga: 5 Ekskul yang Cocok untuk Anak Kepribadian Introvert

Seluruh data tersebut digunakan sistem untuk memahami minat pengguna dan menentukan konten yang paling relevan untuk ditampilkan pada halaman FYP.

Gregorius mengibaratkan proses distribusi konten seperti seorang guru yang membagikan materi kepada siswa. Ketika sebuah video diunggah, TikTok terlebih dahulu menampilkannya kepada sekelompok kecil audiens yang dinilai memiliki minat sesuai dengan topik konten. 

Respons dari kelompok awal tersebut kemudian dievaluasi. Apabila video memiliki tingkat retensi dan interaksi yang tinggi, distribusinya akan diperluas kepada audiens yang lebih besar. Sebaliknya, apabila respons kurang baik, penyebaran konten akan melambat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siaran Pers

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Di Balik Konten Viral, Mahasiswa USNI Kupas Tuntas Cara Baca Algoritma TikTok Bersama INDOZONE

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!