INDOZONE.ID - Muhammad Faeyza Khawarizmi Koda, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Brawijaya (UB), berhasil meraih juara pertama dalam ajang Jawa Timur Open 2026 yang dilaksanakan pada 20-21 Juni lalu.
Dilansir dari laman resmi UB, Koda mengaku mulai mengenal rubik ketika saat di sekolah ia melihat para temannya membawa mainan tersebut.
Akhirnya, ia penasaran untuk mempelajari cara menyelesaikan rubik sendiri. Tak disangka, dari sanalah ia memutuskan untuk lebih serius mendalami dunia speedcubing.
“Saya mulai tertarik bermain rubik sejak kelas 4 SD. Waktu itu teman-teman di sekolah banyak yang membawa rubik, tetapi mereka belum tahu cara menyelesaikannya. Karena penasaran, saya mencari sendiri cara bermain rubik, lalu setelah berhasil menyusunnya saya jadi semakin tertarik dengan dunia rubik,” jelasnya.
Baca juga: Peningkatan Kapasitas Komunikasi Pemasaran dan Kewirausahaan Digital Berbasis AI di SMKN 14 Bandung
Hobi tersebut terus berkembang seiring berjalannya waktu. Setelah menguasai berbagai dasar permainan rubik, dirinya mulai tertarik mengikuti berbagai kompetisi.
Pengalaman pertama dan juga sekaligus penanda awal kariernya di dunia speedcubing ialah saat ia ikut serta dalam ajang Tangerang Open 2018.
Menurutnya, untuk sampai di level kompetitif seperti saat ini membutuhkan proses yang tidak singkat. Ia membutuhkan waktu sekitar lima tahun latihan dan berbagai pengalaman bertanding untuk bisa bersaing di level profesional yang lebih tinggi.
Di tengah kesibukannya sebagai seorang mahasiswa aktif, ia tetap mampu menjaga jadwal latihan dengan konsisten, hingga akhirnya membuahkan hasil dengan membawa pulang gelar juara di Jawa Timur Open 2026.
Baca juga: Mudah dan Kreatif! Begini Cara Membuat Name Tag MPLS yang Menarik
Meski berhasil menjadi yang terbaik di tingkat regional, Koda mengaku masih memiliki sejumlah target besar yang ingin ia capai.
Ia bercita-cita meraih gelar juara Asia, memecahkan rekor tingkat Asia, dan menembus podium Kejuaraan Dunia Speedcubing di masa mendatang.
Selain aktif mengikuti kompetisi, ia juga menjadi mentor di komunitas rubik. Di sana, ia membimbing peserta yang baru mengenal rubik atau mereka yang ingin mempersiapkan diri mengikuti pertandingan.
Koda berharap semakin banyak mahasiswa UB yang berani mengeksplor minat dan bakat di luar bidang akademik sama seperti dirinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Prasetya.ub.ac.id