Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 23 JUNI 2026 • 15:00 WIB

UM Sulap Nira Siwalan Lamongan Jadi Pangan Sehat Bernilai Ekonomi Tinggi

UM Sulap Nira Siwalan Lamongan Jadi Pangan Sehat Bernilai Ekonomi TinggiSiswa berhasil mengolah nira segar menjadi dua produk pangan fungsional, yakni kombucha siwalan dan nata de siwalan (um.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Negeri Malang (UM) menciptakan terobosan baru dalam dunia pangan dengan memanfaatkan kekayaan alam lokal dari Kabupaten Lamongan.

Melalui sentuhan bioteknologi, nira siwalan identik sebagai bahan baku minuman keras tradisional, disulap jadi produk pangan yang menyehatkan dengan nilai ekonomi tinggi. 

Baca juga: UNY Gelar VeggieVolution 2026: Ajang Mahasiswa Tata Boga Pamerkan 96 Produk Pangan Sehat Berbasis Sayuran

Inovasi ini lahir dari Intan Nurnilam Sari, seorang mahasiswa Program Doktor UM, melalui penelitian bertema etnopedagogi di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran.

Di bawah bimbingan Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd., riset ini bertujuan untuk mengangkat potensi lokal nira siwalan agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk masyarakat.

Tim peneliti menerapkan pendekatan ethnoscience, jadi pengetahuan lokal masyarakat diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran Bioteknologi di sekolah menengah atas.

Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi erat dengan guru-guru biologi di SMAN 1 Paciran dan SMAN 1 Karangbinangun. Melalui menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), para siswa diajak untuk mempraktikkan langsung ilmu sains dalam mengolah nira.

Hasilnya, para siswa berhasil menciptakan dua produk unggulan, yaitu kombucha siwalan dan nata de siwalan.

Baca juga: Mantap! 2 Lulusan Siswa SMA Bekasi Lolos ke Kampus Top Dunia, Pilih Kuliah di Australia dan Kanada

Kombucha dihasilkan melalui proses fermentasi gula alami nira menggunakan kultur SCOBY, yang menghasilkan minuman segar kaya antioksidan.

Sementara itu, nata de siwalan dibuat dengan bantuan bakteri Acetobacter Xylinum untuk membentuk tekstur serat yang bergizi dan memiliki potensi komersial.

Ketua tim peneliti, Prof. Siti Zubaidah, menyatakan bahwa pembelajaran berbasis potensi lokal seperti ini memberikan pengalaman lebih bermakna bagi para siswa.

“Melalui integrasi kearifan lokal dan bioteknologi, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Selain memahami teori bioteknologi, siswa juga dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah yang ada di lingkungan mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Um.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

UM Sulap Nira Siwalan Lamongan Jadi Pangan Sehat Bernilai Ekonomi Tinggi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!