INDOZONE.ID - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meluncurkan inisiatif untuk membantu para petani vanili di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melalui program bertajuk Pengabdian Internasional Mandatory (PIM), pihak universitas berupaya meningkatkan kompetensi petani agar produk mereka tidak hanya unggul di dalam negeri, tetapi juga diakui secara internasional.
Baca juga: Mahasiswa ITB Kembangkan PARANI, Sistem Cerdas yang Siap Bantu Petani Hadapi Cuaca Ekstrem
Program yang dimulai pada Mei 2026 tersebut menitikberatkan pada pemberian edukasi mengenai standar kualitas global.
Tim ahli yang terlibat berasal dari berbagai disiplin ilmu di FMIPA UNS, mulai dari Program Studi Biologi, Farmasi, hingga jenjang Doktoral.
Sasaran utamanya adalah para petani yang bernaung di bawah Koperasi Produsen Rempah Vanili Nusantara atau Koperasi Karavan.
Dekan FMIPA UNS, Prof. Dr. Desi Suci Handayani, menekankan bahwa pelatihan mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari teknik bercocok tanam, proses pengolahan setelah panen, hingga strategi pemasaran efektif. Hal ini dilakukan agar komoditas vanili lokal mampu bersaing di pasar ekspor.
Ketua tim pelaksana, Dr. apt. Rasmaya, menjelaskan bahwa para petani kini dibekali pengetahuan mengenai standarisasi mutu yang berlaku di negara tetangga.
“Melalui program ini, para petani memperoleh wawasan yang komprehensif mengenai standar mutu vanili di Indonesia, Malaysia, hingga standar perdagangan internasional sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk vanili Indonesia di pasar global,” papar Rasmaya.
Edukasi dan pelatihan mengenai standardisasi mutu biji vanili (uns.ac.id)
Baca juga: UNS Resmi Kerja Sama dengan Kampus Top Tiongkok, Ada Program Pertukaran Mahasiswa
Selain itu, para peserta dilatih untuk mengurus sertifikasi organik serta dokumen teknis penting seperti Certificate of Analysis (COA) dan Material Safety Data Sheet (MSDS).
Pengetahuan ini sangat penting bagi kesiapan petani saat berhadapan dengan industri manufaktur maupun pasar luar negeri.
Tidak hanya soal bahan mentah, program juga mengenalkan inovasi produk turunan vanili yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uns.ac.id