INDOZONE.ID - Sebanyak tiga mahasiswa asal Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih Juara 1 dan penghargaan Best Presentation dalam ajang Agritonic 1.0 kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan IPB University.
Prestasi tersebut mereka raih berkat inovasi PARANI (Pertanian Adaptif Berbasis Data untuk Keputusan Tani), yakni sebuah sistem pertanian untuk membantu petani mengambil keputusan berbasis data dalam menghadapi perubahan iklim dan menjaga ketahanan pangan nasional.
Tim pengembang PARANI terdiri atas Aldi Wahyu Permana dari Program Studi Fisika, Aldo Yoga Pangestu dari Program Studi Meteorologi, serta Rafiq Althaf Ramadhan dari Program Studi Fisika.
Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, ketiganya berhasil memperkenalkan sebuah solusi dengan menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT), machine learning, dan decision support system untuk mendukung aktivitas pertanian yang lebih efektif dan adaptif.
Baca juga: Ekonomi Pembangunan Belajar Apa? Ini Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Inovasi tersebut lahir dari keprihatinan mereka terhadap kondisi sektor pertanian yang semakin rentan akibat perubahan iklim.
Perwakilan tim, Aldi, menjelaskan bahwa banyak keputusan pertanian hingga kini masih mengandalkan pengalaman dan kebiasaan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Padahal, kondisi lingkungan dan iklim terus berubah sehingga diperlukan pendekatan yang lebih adaptif.
“Kami melihat banyak keputusan petani masih sangat bergantung pada pengalaman, padahal kondisi lingkungan saat ini terus berubah. Dari situlah muncul pertanyaan, bagaimana jika data lingkungan dan iklim dapat dimanfaatkan untuk membantu petani mengambil keputusan yang lebih adaptif dan berbasis data untuk mewujudkan ketahanan pangan?” tuturnya.
PARANI dirancang untuk mengintegrasikan berbagai data penting yang dibutuhkan petani, mulai dari informasi cuaca, kondisi tanah, hingga sistem irigasi secara real time.
Baca juga: Dua Hari Produksi, Mahasiswi Unila Sabet Juara 3 Kompetisi Video Kreatif Internasional
Seluruh data tersebut nantinya akan diolah untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan sehari-hari mereka.
Tak hanya itu, sistem ini juga dilengkapi dengan fitur kalender tanam yang disusun berdasarkan prediksi kondisi agroklimat.
Menurut Aldi, kehadiran PARANI ini memungkinkan petani tidak hanya mengetahui kondisi lahan yang dimiliki, tetapi juga memperoleh rekomendasi tindakan yang sesuai dengan kondisi lingkungan yang terus berubah.
Meski mengikuti kompetisi yang berfokus pada bidang pertanian, anggota tim justru berasal dari berbagai latar belakang disiplin ilmu yang berbeda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id