Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 20 JULI 2026 • 09:45 WIB

Mahasiswa KKN Undip Susun Modul Ajar Teknologi dan Budaya untuk Anak SD di Desa Kauman

Mahasiswa KKN Undip Susun Modul Ajar Teknologi dan Budaya untuk Anak SD di Desa KaumanMahasiswa KKN Undip Kelompok 6 susun modul ajar teknologi dan budaya untuk Anak SD di Desa Kauman. (Istimewa) 

INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro (Undip) Kelompok 6 yang ditempatkan di Desa Kauman, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.

Mereka menyusun modul ajar bertajuk "Kemajuan Teknologi Sepanjang Zaman dan Pengaruhnya terhadap Budaya Daerah", Senin, (13/7/2026). 

Modul ini dirancang khusus untuk siswa Sekolah Dasar kelas IV, V, dan VI sebagai bagian dari program kerja mahasiswa selama mengabdi di desa tersebut.

Kehadiran modul ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam menjawab tantangan pendidikan di tingkat desa, khususnya terkait literasi digital dan pelestarian budaya lokal. 

Baca juga: PEM Akamigas Luluskan 207 Sarjana Terapan, Siapkan SDM Vokasi untuk Ketahanan Energi Nasional

Melalui program ini, Kelompok 6 KKN Undip berupaya mengenalkan kepada anak-anak SD di Desa Kauman bagaimana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berkembang dari masa ke masa, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga budaya daerah di tengah derasnya arus digitalisasi.

Modul disusun mengikuti kerangka Kurikulum Merdeka, lengkap dengan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan di kelas, hingga skema penilaian, sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh guru-guru SD setempat sebagai bahan ajar tambahan.

Dalam modul tersebut, siswa diajak menelusuri perjalanan panjang teknologi komunikasi, mulai dari masa tradisional yang mengandalkan surat dan kentongan, era telepon dan radio, kejayaan televisi, kemunculan komputer, hingga hadirnya internet dan telepon pintar. 

Materi ini disandingkan dengan pengenalan ragam budaya daerah Indonesia, seperti bahasa daerah, tarian tradisional, permainan rakyat, kuliner khas, dan kerajinan tangan.

Baca juga: Mahasiswa Wajib Baca "The Laws of Human Nature" Sebelum Terjun ke Dunia kerja

Modul juga mengulas secara berimbang sisi positif dan negatif kemajuan teknologi terhadap budaya daerah. Di satu sisi, teknologi dinilai mampu memperlancar komunikasi dan memperkenalkan budaya lokal ke kancah dunia. 

Namun di sisi lain, modul turut mengingatkan risiko seperti menyusutnya pemakaian bahasa daerah, terlupakannya permainan tradisional, hingga menurunnya kepedulian generasi muda terhadap tradisi setempat.

"Kami ingin anak-anak di Desa Kauman tidak hanya paham cara menggunakan teknologi, tetapi juga tetap bangga dengan budaya daerah mereka sendiri. Modul ini menjadi salah satu cara kami menyampaikan pesan itu dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak SD," ujar salah satu anggota Kelompok 6 KKN Undip.

Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan melalui pemaparan gambar atau video, diskusi kelompok mengenai dampak teknologi, hingga penugasan membuat poster tentang cara melestarikan budaya daerah di era digital. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa KKN Undip Susun Modul Ajar Teknologi dan Budaya untuk Anak SD di Desa Kauman

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!