INDOZONE.ID - Universitas Diponegoro (UNDIP) memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T).
Pada periode 2025-2026, UNDIP menekankan pentingnya penerapan ilmu pengetahuan secara langsung untuk membantu memecahkan berbagai masalah kompleks di tingkat desa.
Salah satu langkah nyata diambil oleh Tim KKN-T 26 yang terjun langsung ke Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Baca juga: Merasa Senang saat Kuliah? Bisa Jadi Ini Tanda Jurusanmu Sudah Tepat
Tim yang berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Widowati, S.Si., M.Si., Dr. Drs. Jafron Wasiq Hidayat, M.Sc., dan Satriyo Adhy, S.Si., M.T., berfokus pada persoalan pengelolaan limbah berbasis edukasi.
Desa Mluweh dipilih karena menghadapi kendala besar, yakni ketiadaan fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang memadai bagi warga domestik maupun non-rumah tangga.
Absennya fasilitas ini memicu perilaku kurang peduli lingkungan, di mana masyarakat terbiasa membuang sampah di tempat yang tidak seharusnya, seperti di bantaran sungai, jembatan, hingga saluran air.
Bahkan, banyak warga yang masih mengolah sampah dengan cara dibakar, sebuah tindakan yang berisiko menyebabkan masalah kesehatan serius seperti infeksi saluran pernapasan.
Sebagai respon dari keresahan yang ada, Kelompok 2 dari Tim KKN-T 26 yang terdiri dari Naufalivanty, Taqy, Radhon, Adelia, Meiza, Zidny, Arif, Keyla, dan Dita, memilih jalur edukasi bagi generasi muda.
Baca juga: Bantu Atasi Genangan Air dan Sampah Organik, Mahasiswa UMG Perkenalkan Biopori di Desa Jolotundo
Sasaran utamanya adalah 35 siswa kelas 4 di MI Mluweh. Kegiatan tersebut bertujuan membekali anak-anak pemahaman tentang pentingnya memilah sampah menjadi tiga kategori: organik, anorganik, dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
Muhammad Arif Rahman dari program studi Fisika dan Adelia Saraswati dari Kedokteran Umum bertindak sebagai pemateri utama dalam sosialisasi yang dilaksanakan.
Mereka tidak hanya memberikan teori mengenai dampak buruk sampah bagi kesehatan, tetapi juga mengajak para siswa bermain games interaktif agar pesan yang disampaikan lebih mudah diserap dan menyenangkan.
Ibu Hartini, selaku wali kelas di sekolah, mengungkapkan apresiasinya atas inisiatif tersebut karena dapat menumbuhkan semangat menjaga kebersihan lingkungan sejak dini lewat metode yang seru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Undip.ac.id