Mahasiswa KKN Undip sosialisasi dan edukasi siswa kelas 5 SDN Baturan. ( Rafi Aliefanto/Z Creators)
INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 1 Universitas Diponegoro tahun 2026 yang ditugaskan di Desa Baturan, Kabupaten Klaten, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada siswa kelas 5 SDN Baturan mengenai upaya menjaga kebersihan lingkungan serta pencegahan penyakit akibat sampah berbasis sejarah lingkungan. Kegiatan ini juga disertai pengenalan langsung berbagai jenis sampah serta risiko bahaya yang ditimbulkannya.
Program tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa S-1 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Jurusan Sejarah, Muhammad Rafi Aliefanto, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyakit menular akibat lingkungan yang tidak sehat. Kegiatan ini dilakukan dengan metode hadap masalah yang menekankan praktik langsung melalui pengenalan jenis permasalahan serta risiko penyakit yang dapat menyebar apabila persoalan sampah dibiarkan.
Baca juga: Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Meteseh Kenal Microgreens untuk Ketahanan Pangan
Dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi ini, siswa ditekankan pada pemahaman pentingnya menjaga kebersihan, terutama dengan mengaitkannya pada peristiwa di masa lalu yang telah merenggut banyak korban jiwa. Berbagai materi dan contoh langsung diberikan untuk membantu siswa memahami isi program kerja, yang meliputi pengertian sampah rumah tangga dan industri, sejarah penyakit menular akibat sampah, dampak terhadap lingkungan, pengenalan jenis sampah beserta cara pemilahannya, serta peran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekolah dan rumah.
Sosialisasi dan edukasi siswa SDN Baturan. (Rafi Aliefanto/Z Creators)
Dalam pemaparannya, Rafi menekankan pentingnya peran aktif siswa SDN Baturan sebagai generasi muda dalam menjaga kebersihan lingkungan demi mewariskan lingkungan yang sehat dan layak huni. Pada kegiatan tersebut, Rafi memperkenalkan sejarah lingkungan melalui media visual berupa gambar yang menampilkan perbedaan sampah organik dan anorganik, visualisasi bencana alam akibat membuang sampah sembarangan, bukti penyakit atau wabah di masa lampau yang dipicu oleh sampah, serta pengenalan nilai kepahlawanan melalui film pendek.
Penggunaan media visual berupa gambar dan film dipilih untuk membantu anak-anak memahami sejarah lingkungan sebagai pengingat akan pentingnya kepedulian dan upaya menjaga alam sekitar demi keberlangsungan kehidupan.
Melalui program ini, diharapkan siswa SDN Baturan dapat memiliki kesadaran historis sekaligus kesadaran nyata dalam menjaga lingkungan sekitar, sehingga risiko penyebaran penyakit dan terjadinya bencana alam dapat diminimalkan di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung