INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 100 Kelompok 2 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan yang mendukung sistem administrasi kependudukan di Kantor Desa Dersansari. Melalui program Input Data Administrasi Kependudukan, mahasiswa berhasil membantu memperbarui dan merapikan data kependudukan yang menjadi dasar utama dalam pelayanan publik serta perencanaan pembangunan desa.
Program yang dilaksanakan oleh dua mahasiswa ini melibatkan Dewi Laksmi Kusuma Wardani dari Program Studi Administrasi Publik dan Rachel Rutbatin Aliya dari Program Studi Ilmu Pemerintahan. Kegiatan ini bertujuan mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan administrasi kependudukan yang tertib dan akurat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan.
Baca juga: Pelayanan Makin Mudah, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Website Desa Dersansari
Kegiatan yang berlangsung pada 5 dan 6 Agustus 2025 di Kantor Desa Dersansari ini melibatkan perangkat desa dalam proses input dan pemutakhiran data kependudukan. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain pencatatan data penduduk, pembaruan status sipil, penerbitan surat keterangan, dan penyusunan laporan administrasi kependudukan.
“Tujuan kami adalah memastikan bahwa data kependudukan yang ada di Desa Dersansari terkelola dengan baik dan mudah diakses. Hal ini penting untuk mendukung pelayanan publik yang lebih baik dan terintegrasi,” ujar Dewi Laksmi Kusuma Wardani, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini.
Program ini juga sejalan dengan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan yang akurat dan terverifikasi. Dengan memanfaatkan data yang lebih tertata serta sistem administrasi yang lebih efektif, masyarakat akan merasakan manfaat langsung, seperti kemudahan dalam pengurusan berbagai dokumen, antara lain KTP, KK, SKCK, dan lainnya.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi dasar yang kokoh untuk pembangunan desa yang lebih baik. Proses yang kami lakukan menerapkan prinsip-prinsip good governance, terutama dalam hal akuntabilitas dan pelayanan publik yang responsif,” tambah Rachel Rutbatin Aliya.
Selain manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah desa dalam menjalankan tugas-tugas administratifnya. Dengan sistem yang lebih tertata dan terorganisir, pemerintah desa dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat dan akurat kepada warganya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Dersansari.
Baca juga: Petani Desa Dersansari Kini Punya Solusi Hama! Mahasiswa UNDIP Kenalkan Pestisida Akar Bambu
Penyusunan dan pemutakhiran data administrasi kependudukan yang akurat merupakan langkah awal penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Dengan adanya data yang jelas serta sistem yang lebih efektif, Desa Dersansari diharapkan dapat menjadi contoh penerapan administrasi kependudukan yang sesuai dengan standar nasional.
Melalui program ini, mahasiswa UNDIP tidak hanya membantu masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan tata kelola pemerintahan desa yang pada akhirnya akan berimbas pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung