Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 03 JUNI 2026 • 12:40 WIB

Mahasiswa ITB Juara Kompetisi Internasional Petrolida 2026, Usung Inovasi Migas Rendah Karbon

Mahasiswa ITB Juara Kompetisi Internasional Petrolida 2026, Usung Inovasi Migas Rendah KarbonTim Revivum sukses membawa pulang gelar juara 1 internasional pada kompetisi Plan of Development (POD) PETROLIDA 2026. (itb.ac.id)

INDOZONE.ID - Tim mahasiswa Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB), berhasil meraih Juara 1 tingkat internasional dalam kompetisi Plan of Development (POD) Petrolida 2026.

Penghargaan tersebut berhasil mereka raih melalui proyek pengembangan lapangan migas bertajuk "FALAH Field" dengan menggabungkan teknologi peningkatan produksi minyak dan pengurangan emisi karbon secara terintegrasi.

Tim yang terdiri dari Naufal Herdian Saputra, Naufal Abiyyu Partowijoyo, Rayhan Andrasakti, Kevin Akbar Nasution, Muhammad Reza Muhtadi, dan Gabriel Chris Palanza Sihotang itu harus menghadapi peserta dari berbagai perguruan tinggi, sampai akhirnya keluar sebagai Juara 1.

Selama kompetisi berlangsung, peserta ditantang menyusun Plan of Development (POD) atau rencana pengembangan lapangan minyak dan gas secara komprehensif.

Baca juga:  Inovasi Keren Mahasiswa UNY! Gel dari Cangkang Keong Bantu Cegah Gigi Berlubang

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim mengembangkan proyek FALAH Field dengan mengombinasikan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), serta intelligent completion technology.

Pendekatan tersebut mereka rancang untuk meningkatkan produksi minyak, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

Dalam pengerjaannya, setiap anggota tim memiliki tanggung jawab berbeda sesuai bidang keahlian masing-masing.

Baca juga: Berangkat dari Masalah Petani di Jatinangor, Mahasiswa ITB Raih Gold Award di Malaysia Lewat Inovasi Pertanian Cerdas Berbasis Kabut

Naufal menangani fasilitas produksi permukaan dan jaringan pipa, Abiyyu fokus pada program pengeboran dan penyelesaian sumur, sementara Rayhan, Kevin, dan Reza bertanggung jawab pada aspek reservoir serta pengembangan lapangan. Adapun Gabriel mengerjakan analisis geomekanika dan petrofisika.

Ide pengembangan lapangan tersebut lahir dari keinginan tim untuk menghadirkan solusi migas yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan.

Selama proses penyusunan proyek, mereka menghadapi tantangan berupa karakteristik reservoir karbonat yang kompleks dan tidak seragam, yang berpotensi membuat distribusi produksi minyak menjadi kurang optimal.

Untuk mengatasinya, tim merancang strategi injeksi air dan karbon dioksida (CO₂) yang dipadukan dengan teknologi pengontrol aliran otomatis pada sumur.

Baca juga: Ubaya Gelar Makan Bersama Gratis, Bagikan 250 Porsi Hidangan Kurban untuk Mahasiswa dan Warga

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa ITB Juara Kompetisi Internasional Petrolida 2026, Usung Inovasi Migas Rendah Karbon

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!