Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 15 JULI 2026 • 15:00 WIB

Mengenal Penilaian Sumatif dalam Sitem Evaluasi Pendidikan

Mengenal Penilaian Sumatif dalam Sitem Evaluasi PendidikanIlustrasi siswa belajar di kelas (AI/Gemini)

INDOZONE.ID - Dalam dunia pendidikan, istilah "penilaian sumatif" sering muncul saat membahas ujian akhir semester atau semester akhir tahun ajaran.

Namun, tidak semua guru, pelajar, maupun orang tua benar-benar memahami konsep ini secara mendalam. Berikut pengertian, tujuan jenis, hingga keuntungan penilaian sumatif secara komprehensif dan mudah dipahami.

Apa Itu Penilaian Sumatif?

Penilaian sumatif adalah bentuk evaluasi pembelajaran yang dilakukan di akhir suatu periode belajar, baik itu akhir bab, akhir semester, maupun akhir tahun ajaran, untuk mengukur sejauh mana siswa telah mencapai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Baca juga: Teori Konstruktivisme dalam Dunia Pendidikan: Definisi, Tahapan, dan Manfaatnya

Kata "sumatif" sendiri berasal dari kata "sum" yang berarti jumlah, menggambarkan sifatnya sebagai penilaian yang merangkum keseluruhan proses belajar menjadi satu bentuk penilaian akhir.

Konsep penilaian sumatif dan formatif pertama kali dipopulerkan dalam dunia pendidikan sebagai bagian dari teori evaluasi pembelajaran modern.

Seiring waktu, kedua jenis penilaian ini menjadi kerangka dasar yang digunakan hampir di seluruh sistem pendidikan dunia, termasuk di Indonesia.

Dalam konteks Kurikulum Merdeka misalnya, penilaian sumatif tetap menjadi komponen penting untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran, meski penekanan terhadap penilaian formatif turut ditingkatkan guna mendukung proses belajar yang lebih reflektif dan berkelanjutan.

Contoh paling umum dari penilaian sumatif adalah Ujian Akhir Semester (UAS), Ujian Sekolah, atau ujian akhir bab pada suatu mata pelajaran.

Berbeda dari penilaian formatif yang berlangsung selama proses belajar untuk memantau perkembangan siswa secara berkala, penilaian sumatif berfungsi sebagai "hasil akhir" yang menentukan capaian belajar siswa secara menyeluruh.

Penilaian sumatif memiliki beberapa tujuan penting dalam sistem pendidikan, di antaranya:

  • Mengukur Capaian Belajar Menentukan sejauh mana siswa telah menguasai materi yang diajarkan selama satu periode pembelajaran tertentu.
  •  Menentukan Kelulusan atau Kenaikan Kelas Hasil penilaian sumatif sering menjadi dasar keputusan apakah siswa layak naik kelas, lulus mata pelajaran, atau lulus dari jenjang pendidikan tertentu.
  • Memberikan Umpan Balik Akhir Meski dilakukan di akhir periode, hasil penilaian ini tetap bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan metode pengajaran pada periode pembelajaran berikutnya.
  • Akuntabilitas Pendidikan Menjadi tolok ukur bagi sekolah, guru, dan sistem pendidikan secara keseluruhan untuk menilai efektivitas kurikulum yang diterapkan.

Jenis-Jenis Tes dan Keuntungan Penilaian Sumatif

Beberapa bentuk tes yang umum digunakan dalam penilaian sumatif meliputi:

1. Tes Tertulis

Berupa soal pilihan ganda, esai, atau kombinasi keduanya, paling umum digunakan pada UAS maupun ujian akhir bab

2. Tes Praktik atau Kinerja 

Digunakan untuk mata pelajaran yang membutuhkan demonstrasi keterampilan langsung, seperti olahraga, seni, atau praktikum sains

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran. Sistem Pembelajaran Dan , Ruang Guru

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Penilaian Sumatif dalam Sitem Evaluasi Pendidikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!