Nadya Marvella Santarini (ugm.ac.id)
INDOZONE.ID - Fenomena belanja daring melalui siaran langsung atau yang dikenal sebagai live commerce kini tengah menjamur di masyarakat.
Namun, bagi Nadya Marvella Santarini, tren ini adalah objek penelitian ilmiah yang membawanya menjadi lulusan tercepat pada wisuda Program Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) periode Mei 2026.
Mahasiswi Program Studi Psikologi ini berhasil menuntaskan masa studinya hanya dalam waktu 3 tahun 4 bulan 1 hari.
Pencapaian Nadya tergolong luar biasa, mengingat rata-rata waktu kelulusan bagi 1.644 wisudawan lainnya di periode yang sama adalah sekitar 3 tahun 11 bulan.
Baca juga: Hadirkan Mobil Mini Berbasis Reaksi Kimia, Mahasiswa UGM Bawa Pulang 3 Gelar Nasional Sekaligus
Dalam penelitian skripsinya yang bertajuk The Role of Social Influence in Compulsive Buying on Live Commerce, Nadya membedah bagaimana pengaruh sosial mendorong seseorang untuk berbelanja secara berlebihan atau kompulsif.
Belanja kompulsif sendiri merupakan perilaku belanja yang sulit dikendalikan, sering kali dilakukan sebagai pelarian dari emosi negatif seperti stres atau kecemasan.
Melalui survei terhadap lebih dari 250 orang, Nadya menemukan bahwa interaksi dengan pembawa acara (host) maupun sesama penonton dalam siaran langsung menciptakan tekanan sosial tertentu yang memengaruhi keputusan belanja seseorang.
“Aku meneliti apakah pengaruh orang-orang, baik itu konsumer lain ataupun host di live commerce, memiliki dampak kepada kecenderungan konsumer untuk jatuh ke compulsive buying dan apakah kontrol diri kita bisa jadi moderator untuk efek itu," papar Nadya.
Hasil studinya menunjukkan bahwa pengaruh sosial memang berperan besar dalam memicu keinginan belanja yang tak terkendali.
Menariknya, meskipun kontrol diri tidak terbukti bisa memperkuat atau memperlemah hubungan tersebut, Nadya menekankan bahwa kontrol diri tetap menjadi faktor penting yang secara langsung dapat menekan perilaku belanja berlebihan.
Baca juga: Gandeng Polda Jateng, UNS Hadirkan Pusat Studi Kepolisian
Perjalanan Nadya meraih gelar sarjana tentunya tidak selalu mulus. Ia mengakui bahwa proses revisi skripsi sering kali menjadi tantangan mental yang berat bagi banyak mahasiswa.
Menurutnya, banyak rekan sejawatnya merasa kehilangan kepercayaan diri dan motivasi setelah menghadapi masukan berulang dari dosen pembimbing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id