Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 14 JUNI 2026 • 14:20 WIB

Mahasiswa ITS Kembangkan SUBTRACK, Sistem Canggih untuk Deteksi Kawasan Rawan Banjir

Mahasiswa ITS Kembangkan SUBTRACK, Sistem Canggih untuk Deteksi Kawasan Rawan BanjirMahasiswa ITS ciptakan SUBTRACK berbasis WebGIS untuk memantau risiko subsidens, banjir, dan kerusakan infrastruktur. (its.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan SUBTRACK, sebuah sistem pemetaan berbasis Web Geographic Information System (WebGIS) yang mampu mengidentifikasi kawasan rawan penurunan tanah, banjir, dan kerusakan infrastruktur di Kelurahan Tanjung Perak, Surabaya.

Inovasi tersebut lahir sebagai respons terhadap fenomena subsidens atau penurunan muka tanah, yang masih menjadi masalah di sejumlah kawasan pesisir perkotaan.

Melalui sistem ini, masyarakat dan pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai area yang membutuhkan penanganan infrastruktur secara lebih cepat dan tepat sasaran.

Ketua Kelompok 9 Kemah Kerja Tematik Departemen Teknik Geomatika ITS, Jalesveva Ananda Khozin, menjelaskan bahwa penurunan tanah di kawasan Tanjung Perak dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Baca juga: Mahasiswa UNY Dorong UMKM Lokal Go Digital Lewat Strategi Promosi Kreatif

Salah satu faktor tersebut adalah proses konsolidasi tanah akibat curah hujan, serta tekanan mekanis yang berasal dari aktivitas kendaraan bermuatan berat yang melintas setiap hari.

Berdasarkan hasil analisis data penginderaan jauh menggunakan teknologi InSAR, laju penurunan tanah di Kota Surabaya tercatat mencapai sekitar 6,1 milimeter per tahun.

Dalam pengembangannya, tim memanfaatkan citra satelit Sentinel-1 yang dilengkapi sensor Synthetic Aperture Radar (SAR) C-band untuk memantau deformasi permukaan tanah hingga skala milimeter. 

Selanjutnya, data deformasi tanah periode 2016 hingga 2025 dianalisis menggunakan perangkat lunak LiCSBAS dengan metode Small Baseline Subset (SBAS). Pendekatan ini dimanfaatkan untuk menghasilkan informasi perubahan permukaan tanah secara lebih akurat dari waktu ke waktu.

Baca juga: ITB Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Pangan Bergizi Lewat Teknologi Apartemen Ayam

Tak hanya memetakan subsidens, tim juga melakukan simulasi risiko banjir dua dimensi menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 2D. 

Sebagai pelengkap, mahasiswa ITS turut melakukan survei lapangan untuk menghitung intensitas kendaraan berat yang melintas di kawasan Tanjung Perak. 

Seluruh data yang terkumpul kemudian diintegrasikan melalui metode weighted overlay dan Analytical Hierarchy Process (AHP) menggunakan ArcGIS Pro.

Dari proses tersebut, tim menghasilkan tiga luaran utama berupa peta laju penurunan tanah Kota Surabaya, peta risiko banjir Kelurahan Tanjung Perak, serta platform WebGIS interaktif yang dapat digunakan untuk menentukan zona prioritas penanganan infrastruktur permukiman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Its.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa ITS Kembangkan SUBTRACK, Sistem Canggih untuk Deteksi Kawasan Rawan Banjir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!