IPB University meluncurkan Mobil Klinik Tanaman (ipb.ac.id)
INDOZONE.ID - Dalam upaya mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional, IPB University secara resmi meluncurkan fasilitas Mobil Klinik Tanaman pada 8 Juni 2026.
Bertempat di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, kendaraan inovatif ini dirancang sebagai laboratorium berjalan yang akan berkeliling ke berbagai wilayah untuk memberikan bantuan teknis kepada para petani.
Kehadiran mobil tersebut merupakan jawaban atas tantangan jarak dan akses informasi yang sering dihadapi oleh pelaku usaha tani.
Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, menjelaskan bahwa perguruan tinggi harus aktif menjemput bola dengan membawa ilmu pengetahuan langsung ke lokasi pertanian.
“Mobil Klinik Tanaman ini satu hal yang sangat tepat. Laboratoriumlah yang harus datang ke lapangan. Tidak semua petani memiliki kemampuan dan kesempatan untuk datang ke kampus atau laboratorium. Karena itu, kampus harus hadir mendekati mereka,” paparnya.
Menurutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) akan benar-benar terasa manfaatnya jika sudah sampai ke tangan masyarakat dan diterapkan di kebun atau sawah, bukan hanya tersimpan di dalam buku atau gedung laboratorium.
Mobil Klinik Tanaman bukan sekadar sarana transportasi, melainkan pusat solusi bagi berbagai masalah pertanian, seperti serangan hama, infeksi penyakit tumbuhan, hingga kendala dalam proses budidaya.
Baca juga: Calon Insinyur Muda Unjuk Gigi di Petra Civil Expo 2026, Hadirkan Solusi Infrastruktur Masa Depan
Dengan fasilitas ini, tim ahli dapat melakukan diagnosis secara lebih cepat dan akurat berdasarkan data ilmiah langsung di lokasi kejadian.
Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Suryo Wiyono, menambahkan bahwa program Klinik Tanaman sebenarnya memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak tahun 1979 oleh para mahasiswa.
“Klinik Tanaman memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai sarana pembelajaran dan pelayanan masyarakat. Mahasiswa dan dosen belajar langsung dari kasus-kasus nyata di lapangan, sekaligus membantu petani menyelesaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi,” jelasnya.
Hal yang paling menarik bagi para petani adalah layanan ini diberikan secara cuma-cuma.
Penanggung Jawab Laboratorium Klinik Tanaman, Dr. Efi Toding Tondok, menekankan bahwa timnya tidak hanya datang untuk memberikan instruksi, tetapi untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama petani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ipb.ac.id