Petra Civil Expo 2026 (petra.ac.id)
INDOZONE.ID - Semangat inovasi para calon insinyur muda Indonesia kembali membara dalam ajang Petra Civil Expo (PCE) 2026.
Acara tahunan bergengsi yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HIMASITRA) Universitas Kristen Petra ini berlangsung meriah di Atrium Homepro, Pakuwon Mall Surabaya, selama tiga hari, yakni 21 hingga 23 Mei 2026
Kompetisi berskala nasional tersebut diikuti oleh 639 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Baca juga: Mahasiswa ITB Juara Kompetisi Internasional Petrolida 2026, Usung Inovasi Migas Rendah Karbon
Namun, ketatnya persaingan hanya menyisakan 135 finalis terpilih yang berhak memperebutkan gelar juara di babak final.
Pemilihan pusat perbelanjaan sebagai lokasi perlombaan bukanlah tanpa alasan. Ketua PCE 2026, Stefanus Kelvin Santoso, menyatakan bahwa langkah ini diambil agar masyarakat umum dapat melihat lebih dekat perkembangan dunia teknik sipil.
"Melalui tema 'Empowering Sustainable Infrastructure Through Engineering Excellence', kami ingin menegaskan bahwa pembangunan masa depan tidak hanya dituntut kuat secara teknis, tetapi wajib memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan masyarakat jangka panjang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa PCE Expo 2026 hadir sebagai wadah nyata bagi para calon engineer agar tidak hanya unggul secara akademis, melainkan juga tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, adaptif, serta memiliki kemampuan problem-solving yang tinggi.
Baca juga: Engineer: Profesi Penting di Balik Pembangunan dan Kemajuan Teknologi
Rangkaian kompetisi dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu Bridge Competition (BC), Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB), dan Earthquake Resistant Design Competition (ERDC).
Pada hari pertama, tantangan besar dihadapi oleh tim mahasiswa kategori BC dan ERDC yang harus merakit maket jembatan serta gedung pencakar langit dalam waktu terbatas, hanya 6,5 jam.
Dengan bahan sederhana seperti kayu balsa dan lem, kreativitas mereka diuji di tengah keramaian pengunjung mall.
Ketegangan berlanjut pada hari kedua dan ketiga. Setelah proses perakitan, maket-maket tersebut menjalani uji pembebanan ekstrem hingga batas maksimal kekuatannya.
Baca juga: UNS Resmi Kerja Sama dengan Kampus Top Tiongkok, Ada Program Pertukaran Mahasiswa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Petra.ac.id