Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 23 JULI 2026 • 10:05 WIB

Mahasiswa KKN Undip Lestarikan Kuliner Tradisional Boyolali Lewat Pengembangan UMKM Lempok

Mahasiswa KKN Undip Lestarikan Kuliner Tradisional Boyolali Lewat Pengembangan UMKM LempokMahasiswa KKN Undip bersama pedagang lempok. (Hafizh Ardiansyah) 

INDOZONE.ID - Kelompok kerja KKN Tim II Universitas Diponegoro yang ditempatkan di Desa Ngablak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mahasiswa berupaya menggali potensi UMKM lokal yang menjadi ciri khas desa. 

Pilihan jatuh kepada komoditas lempok yang merupakan makanan khas Boyolali, khususnya di wilayah Kecamatan Wonosegoro dan Wonosamodro. 

Makanan tradisional ini terbuat dari bahan dasar beras dan umumnya disajikan dengan sambal kacang, gorengan, serta sayuran, sehingga sekilas menyerupai pecel. 

Namun, lempok memiliki ciri khas tersendiri, yaitu berbentuk persegi pipih, dibungkus daun pisang, dan memiliki tekstur yang kenyal. 

Baca juga: 2 Mahasiswa FIB UNDIP Juara 1 PEKSIMIDA Jateng 2026, Siap Unjuk Gigi di Tingkat Nasional

Lempok sering dijadikan menu sarapan atau makanan pengganjal perut sebelum beraktivitas, khususnya bagi para petani.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian kuliner tradisional sekaligus upaya memperkenalkan dan mempromosikan produk unggulan Desa Ngablak kepada masyarakat yang lebih luas.

Kegiatan diawali dengan melakukan kunjungan langsung kepada para pelaku UMKM lempok yang telah lama menjalankan usahanya di Desa Ngablak. 

Melalui kunjungan ini, Tim KKN memperoleh informasi mengenai sejarah usaha, proses produksi, serta upaya para pelaku UMKM dalam mempertahankan keberadaan lempok sebagai kuliner khas daerah.

Baca juga: Bukan Cuma Nilai Akademik, Ini Penetu Faktor School Well Being Siswa

Kunjungan pertama dilakukan ke UMKM lempok milik Ibu Suwarni (64 tahun) yang berlokasi di Dusun Kemiri. Beliau telah menekuni usaha lempok sejak tahun 2011 dan berjualan pada sore hingga malam hari.

Selanjutnya, tim mengunjungi UMKM lempok milik Ibu Siti (60 tahun) yang berada di Dusun Ngablak, tepatnya di sebelah Balai Desa Ngablak. Ibu Siti telah menjalankan usahanya selama kurang lebih 10 tahun dan berjualan pada pagi hari.

Kunjungan berikutnya dilakukan ke UMKM lempok milik Bapak Djuratmi (49 tahun) di Dusun Ngablak. Beliau telah menjalankan usaha lempok selama sekitar empat tahun dan berjualan pada sore hingga malam hari.

Ketiga UMKM lempok tersebut menjalankan usahanya dari rumah dengan bahan baku yang dipersiapkan secara mandiri, termasuk beras yang sebagian besar berasal dari hasil panen sendiri. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa KKN Undip Lestarikan Kuliner Tradisional Boyolali Lewat Pengembangan UMKM Lempok

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!