INDOZONE.ID - Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menorehkan prestasi di level nasional.
Tim yang dipimpin oleh Nova Sinanti, sukses menjadi juara berkat inovasi alat pencuci singkong semi mekanis dengan teknologi drum spray dan sistem sirkulasi air.
Baca juga: Mahasiswa UII Raih Bronze Medal SINEC 2025 Lewat Inovasi Buku dari Limbah Jagung
Pengumuman kemenangan disampaikan secara resmi pada 18 Mei 2026. Hasil positif ini sekaligus membuktikan kontribusi mahasiswa UMM dalam memberikan solusi bagi persoalan di masyarakat.
Kompetisi bergengsi tersebut diadakan oleh Asosiasi Program Studi Teknik Mesin, Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (APSTM-PT).
Dalam ajang yang diikuti oleh mahasiswa Teknik Mesin dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia tersebut, persaingan berlangsung dengan ketat.
Di babak final, terdapat 15 tim terbaik yang saling beradu ide. Tim dari UMM yang beranggotakan Nova Sinanti, Azka Firosyan Samana Putra, dan Raihan Rosyadi berhasil memikat para juri melalui rancangan alat yang dinilai praktis serta tepat guna untuk kebutuhan industri.
Fokus utama dari penciptaan mesin adalah untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Nova Sinanti menjelaskan bahwa selama ini banyak pengusaha singkong yang masih mengandalkan cara manual dalam proses pencucian, yang tentu memakan waktu lama dan tenaga yang besar.
Baca juga: Dukung UMKM Lokal, Mahasiswa KKN UM Surabaya Perkenalkan Teknologi Fermentasi Tempe Berbasis Listrik
Mesin rancangan mereka dilengkapi dengan mekanisme ulir yang berfungsi mengarahkan bahan baku, serta memiliki perangkat pemisah sedimen untuk membuang kotoran secara otomatis.
“Mesin yang kami rancang mampu memangkas waktu pencucian 500 kilogram singkong dari yang awalnya butuh empat hingga tujuh jam menjadi hanya sekitar satu jam saja,” jelas Nova.
Selain hemat waktu, alat yang dirancang juga ramah lingkungan karena hemat penggunaan air. Melalui fitur sirkulasi air yang terhubung dengan sediment trap, air tetap bersih dan kotoran tidak akan bercampur kembali dengan singkong yang sedang dicuci.
“Penggunaan sistem sirkulasi pada alat kami berperan layaknya bantalan air, sehingga kulit singkong bisa terkelupas dan bersih tanpa melukai dagingnya,” terang Nova.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Umm.ac.id