Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 09 JUNI 2026 • 15:05 WIB

Dukung UMKM Lokal, Mahasiswa KKN UM Surabaya Perkenalkan Teknologi Fermentasi Tempe Berbasis Listrik

Dukung UMKM Lokal, Mahasiswa KKN UM Surabaya Perkenalkan Teknologi Fermentasi Tempe Berbasis ListrikMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya perkenalkan fermentor tempe “TempeFast” berbasis tenaga listrik (um-surabaya.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) asal Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), memperkenalkan inovasi fermentor tempe berbasis listrik bernama TempeFast di Desa Jeruk Purut, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN UM Surabaya ini, hadir untuk membantu pelaku UMKM tempe mengurangi ketergantungan pada kondisi cuaca, sekaligus meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi. 

Desa Jeruk Purut selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi tempe di Pasuruan. Akan tetapi, sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan metode fermentasi konvensional yang sangat bergantung pada suhu dan kelembapan lingkungan.

Kondisi tersebut kerap membuat waktu fermentasi tidak menentu dan kualitas produk yang dihasilkan kurang konsisten.

Baca juga: Dua Dekade Berkarya, Sekolah Yehonala Gelar Yeho Gathering 2026: Beri Apresiasi ke 150 Guru

Melihat permasalahan tersebut, mereka melihat TempeFast sebagai solusi sederhana yang memanfaatkan teknologi untuk mendukung produktivitas usaha rumahan.

Alat ini menggunakan sistem pemanas listrik dengan pengaturan suhu otomatis, sehingga proses fermentasi dapat berlangsung lebih stabil tanpa dipengaruhi perubahan cuaca.

Dengan suhu yang terjaga sesuai kebutuhan, tempe dapat diproduksi dalam waktu lebih singkat dengan kualitas yang baik.

Teknologi ini juga membantu mengurangi beban kerja pelaku usaha. Sebab, pengguna tidak perlu memantau suhu secara terus-menerus.

Baca juga: Tak Perlu Lagi Catat di Buku, Mahasiswa USM Hadirkan Aplikasi Keuangan untuk Pelaku UMKM yang Efisien

Cara penggunaannya pun relatif mudah. Bahan tempe yang telah dicampur ragi cukup dimasukkan ke dalam wadah fermentor.

Selanjutnya, sistem akan bekerja secara otomatis menjaga suhu selama proses fermentasi berlangsung. Pengguna hanya perlu melakukan pemantauan berkala untuk memastikan alat beroperasi dengan baik.

Ketua Tim KKN UMSurabaya, Tufail Ilham Mansiz, mengatakan TempeFast dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan pelaku usaha tempe yang membutuhkan proses produksi lebih efektif dan hasil yang lebih terjamin.

Kami berharap inovasi ini bisa menjadi solusi praktis bagi pelaku UMKM tempe di Desa Jeruk Purut. Dengan adanya TempeFast, proses produksi lebih efisien, kualitas tempe lebih terjamin, dan para pelaku usaha bisa lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Harapan kami, alat ini dapat meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin ketat," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Um-surabaya.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dukung UMKM Lokal, Mahasiswa KKN UM Surabaya Perkenalkan Teknologi Fermentasi Tempe Berbasis Listrik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!