INDOZONE.ID - Sebanyak 1.555 mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Juli-Agustus 2026 di Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, dan Garut, Jawa Barat.
Sebelum diterjunkan ke lokasi KKN, para mahasiswa mendapatkan pembekalan yang digelar di Bale Santika, Kampus Unpad Jatinangor, pada Jumat (12/6/2026).
Program KKN tahun ini mengusung fokus pada sejumlah isu sosial yang masih menjadi tantangan di masyarakat, mulai dari kemiskinan, pengelolaan sampah, hingga peningkatan literasi.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Unpad menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Direktur Pendidikan Nongelar Unpad, Erli Sarilita, mengatakan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi jembatan dalam menyampaikan berbagai solusi.
“Ada beberapa permasalahan sosial yang perlu dijembatani oleh mahasiswa untuk menyampaikan berbagai solusi yang sudah dirancang terkait dengan penanganan kemiskinan, pengelolaan sampah, dan literasi informasi. Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya menjadi manfaat yang besar bagi mahasiswa Unpad, tetapi juga bermanfaat untuk masyarakat luas,” tuturnya.
Dalam kegiatan pembekalan tersebut, Kepala Perpusnas RI, Prof. Endang Aminudin Aziz, menyoroti masih rendahnya budaya membaca masyarakat Indonesia.
Melalui program KKN, mahasiswa diharapkan dapat terlibat langsung dalam berbagai kegiatan edukasi yang mendorong peningkatan minat baca dan kemampuan literasi warga.
Perpusnas juga telah menyiapkan sejumlah program pendukung, seperti transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, KKN Tematik Literasi, bantuan buku untuk desa dan taman baca masyarakat, hingga program Relawan Literasi Masyarakat (Relima).
Prof. Endang mendorong mahasiswa untuk aktif berkolaborasi dengan perangkat desa, komunitas literasi, dan masyarakat setempat, guna menghadirkan program-program kreatif yang mampu meningkatkan kecakapan literasi warga.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menilai mahasiswa juga dapat berkontribusi dalam membantu pemerintah menghadapi persoalan kemiskinan dan pengelolaan sampah.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Barat menunjukkan perkembangan positif, namun dampaknya terhadap penurunan angka kemiskinan dan penanganan sampah masih belum optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unpad.ac.id