Ilustrasi siswa belajar di kelas (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Pendidikan yang berkualitas tidak hanya bergantung pada pencapaian akademik peserta didik, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.
Untuk memahami kondisi tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menghadirkan program Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) sebagai bagian dari evaluasi pendidikan nasional.
Sulingjar merupakan kegiatan pengumpulan informasi yang bertujuan untuk memetakan kondisi lingkungan belajar di sekolah.
Program ini bukanlah alat untuk menentukan kelulusan siswa maupun memberikan penilaian terhadap individu, melainkan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Baca juga: UMM Hadirkan Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Cetak Pelatih Profesional Berbasis Sport Science
Pelaksanaan Sulingjar bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai berbagai faktor yang mendukung terciptanya proses pembelajaran efektif.
Melalui survei yang diadakan, pemerintah dapat mengetahui kondisi sesungguhnya di sekolah dan merancang kebijakan pendidikan yang lebih sesuai.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam Sulingjar antara lain keamanan lingkungan sekolah, kualitas pembelajaran, hubungan sosial, serta penerapan nilai kebhinekaan. Informasi tersebut menjadi dasar untuk mendorong sekolah agar terus melakukan perbaikan.
Salah satu fokus utama Sulingjar adalah melihat sejauh mana sekolah mampu menciptakan suasana belajar yang aman bagi seluruh warga sekolah.
Lingkungan pendidikan yang baik harus terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, perundungan, maupun perlakuan yang tidak adil.
Sekolah juga diharapkan dapat membangun suasana yang mendukung kesehatan sosial dan emosional peserta didik. Dengan lingkungan yang positif, siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan berkembang secara optimal.
Baca juga: Pembelajaran Berdiferensiasi Adalah? Kenalan dengan Strategi Guru Memaksimalkan Potensi Setiap Siswa
Selain keamanan, Sulingjar juga memperhatikan aspek kebhinekaan di lingkungan sekolah. Pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk sikap saling menghargai di tengah keberagaman.
Melalui survei ini, sekolah dapat melihat bagaimana penerapan nilai toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, serta upaya menciptakan ruang belajar yang inklusif bagi seluruh peserta didik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan