Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 18 JUNI 2026 • 08:40 WIB

Rayakan Dies Natalis ke-50, UNS Hadirkan Pesan Kepemimpinan Lewat Wayang Kulit Pandhawa Labuh

Rayakan Dies Natalis ke-50, UNS Hadirkan Pesan Kepemimpinan Lewat Wayang Kulit Pandhawa LabuhPagelaran Wayang Kulit “Pandhawa Labuh” UNS (uns.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memperingati hari jadi ke-50 dengan cara yang sarat akan makna budaya.

Pada 13 Juni 2026, suasana di halaman Gedung dr. Prakosa UNS tampak meriah dan dipenuhi antusiasme. 

Baca juga: Meriahkan Pentas Ceria 2026, Anak-Anak TPA Melati UM Kenalkan Budaya Nusantara Sejak Dini

Sivitas akademika bersama masyarakat umum berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan wayang kulit dengan lakon "Pandhawa Labuh" yang dibawakan oleh dalang ternama, Ki Purbo Asmoro.

Acara ini diselenggarakan bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang mendalam.

Rektor UNS, Prof. Hartono, dalam pidatonya menegaskan bahwa kisah "Pandhawa Labuh" membawa pelajaran penting mengenai kepemimpinan yang bijaksana, integritas, dan semangat untuk mengabdi kepada sesama demi kebaikan bersama.

Dalam pertunjukan tersebut, dikisahkan perjuangan para Pandhawa dalam menghadapi dunia yang dipenuhi dengan kejahatan, keserakahan, serta ketidakjujuran.

Meskipun menghadapi tantangan yang berat, para Pandhawa tetap teguh memegang prinsip kebenaran atau dharma.

Baca juga: Penuh Hiburan dan Warna, Mahasiswa ITB Gelar Pasar Ria "Gala Gula" sebagi Ruang Refreshing

Cerita ini dimulai dengan keberhasilan mereka membebaskan masyarakat di Negeri Ekacakra dari pimpinan yang bertindak semena-mena.

Setelah itu, perjuangan berlanjut dengan menata Wanamarta, menyatukan berbagai perbedaan, dan menciptakan harmoni untuk membangun negeri yang maju, adil, serta sejahtera.

Menurut Prof. Hartono, nilai-nilai kepahlawanan ini sangat relevan dengan posisi UNS sebagai institusi pendidikan.

“Sebagaimana Pandhawa yang menjadikan dharma sebagai pedoman dalam setiap langkahnya, UNS juga berupaya menapaki masa depan dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, keilmuan, kemanusiaan, dan pengabdian kepada masyarakat,” tutur Hartono.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa wayang kulit adalah warisan budaya yang di dalamnya terkandung kebijaksanaan dan keteladanan moral yang tidak akan luntur oleh waktu. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uns.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rayakan Dies Natalis ke-50, UNS Hadirkan Pesan Kepemimpinan Lewat Wayang Kulit Pandhawa Labuh

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!