Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 17 JUNI 2026 • 14:30 WIB

Perbedaan Study Abroad dan Student Exchange: Mana yang Lebih Cocok buat Kamu?

 Perbedaan Study Abroad dan Student Exchange: Mana yang Lebih Cocok buat Kamu?Perbedaan study abroad dan student exchange. (freepik)

INDOZONE.ID - Program study abroad dan student exchange adalah dua istilah yang paling sering muncul ketika membahas serba-serbi kuliah di luar negeri.

Kedua program ini sama-sama memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman belajar dan menjalani kehidupan di negara orang.

Meski sekilas terlihat serupa, study abroad dan student exchange memiliki perbedaan yang cukup signifikan, salah satunya ialah skema pembiayaan selama menjalani program.

Agar kamu tidak salah memilih, berikut perbedaan study abroad dan student exchange yang perlu dipahami sebelum memutuskan untuk kuliah ke luar negeri.

Baca juga: 5 Fakta Mengejutkan Kehidupan Mahasiswa di Kampus yang Sering Bikin Maba Culture Shock

Perbedaan Study Abroad dan Student Exchange

Perbedaan Durasi Kuliah

Salah satu perbedaan paling mudah dikenali antara dua program ini ada pada lamanya masa studi yang ditempuh.

Program student exchange biasanya berlangsung singkat, mulai dari beberapa pekan hingga maksimal satu tahun akademik saja. Setelah program selesai, peserta wajib kembali ke kampus asalnya masing-masing.

Sementara itu, study abroad memiliki durasi yang sama seperti program pendidikan reguler. Setiap mahasiswa S1 biasanya menempuh studi selama tiga hingga empat tahun, program magister satu hingga dua tahun, sedangkan program doktor dapat berlangsung hingga lima tahun atau lebih.

Perbedaan Biaya dan Sumber Pendanaan

Dari sisi biaya, student exchange umumnya lebih terjangkau karena sebagian besar biaya kuliah tetap dibayarkan ke universitas asal. Pada beberapa program, biaya akomodasi, tunjangan hidup, hingga tiket transportasi bahkan dapat ditanggung oleh penyelenggara atau kampus.

Sebaliknya, study abroad membutuhkan biaya yang jauh lebih besar karena mahasiswa harus membayar tuition fee, biaya hidup, asuransi, hingga kebutuhan administrasi mereka secara mandiri.

Biasanya, mahasiswa yang ingin mengikuti program student abroad ini, akan memanfaatkan beasiswa seperti LPDP, Chevening, Australia Awards, atau berbagai pilihan beasiswa kampus impiannya untuk mengurangi beban biaya.

Baca juga: Kenalan dengan EMONESA, Robot Edukatif UNESA yang Mampu Ajarkan 11 Emosi Dasar pada Anak Autisme

Mekanisme Transfer SKS

Di program student exchange, mata kuliah yang diambil mahasiswa biasanya telah disesuaikan dengan kurikulum kampus asal. Jadi, dapat dikonversi menjadi SKS setelah mereka kembali ke Indonesia. 

Sebaliknya, mahasiswa yang mengikuti study abroad akan mengikuti aturan akademik universitas masing-masing karena tujuan akhir mereka adalah memperoleh gelar dari kampus luar negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Suneducationgroup.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Perbedaan Study Abroad dan Student Exchange: Mana yang Lebih Cocok buat Kamu?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!