Inovasi MoriFresh untuk Luka Diabetes (ums.ac.id)
INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil membawa pulang medali emas (Gold Award) dalam ajang kompetisi inovasi yang diselenggarakan di Malaysia.
Prestasi ini diraih berkat temuan kreatif mereka bernama MoriFresh, sebuah cairan semprot pelindung luka bagi penderita diabetes yang menggunakan teknologi mutakhir.
Baca juga: Dukung UMKM Lokal, Mahasiswa KKN UM Surabaya Perkenalkan Teknologi Fermentasi Tempe Berbasis Listrik
MoriFresh, yang merupakan singkatan dari Moringa and Neem Nano Spray, hadir sebagai solusi praktis untuk menangani luka diabetes.
Produk yang diciptakan memanfaatkan bahan-bahan alam, yaitu ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dan daun mimba (Azadirachta indica).
Kombinasi kedua tanaman ini dipilih karena daun mimba dikenal memiliki kemampuan cepat dalam mempercepat penutupan jaringan kulit yang terbuka, sementara daun kelor bermanfaat sebagai agen antibakteri yang tangguh.
Ketua tim pengembang, Muhammad Raihan Arrasyid, menjelaskan bahwa motivasi utama mereka adalah keprihatinan terhadap tingginya angka komplikasi luka diabetes.
Luka pada pasien diabetes sering kali sulit sembuh dan rentan terinfeksi, yang jika dibiarkan dapat berujung pada disabilitas atau amputasi.
Tim ingin menghadirkan pengobatan alternatif yang lebih aman, terjangkau, dan minim efek samping dibandingkan bahan kimia antiseptik biasa.
Baca juga: Harapan Baru bagi Penderita Diabetes, Yayasan Ubaya Salurkan Bantuan Kaki Palsu Pertama Kalinya
Hal yang membuat MoriFresh unggul adalah penggunaan teknologi nanospray. Dengan teknologi ini, partikel cairan diubah menjadi ukuran yang sangat kecil (nano), sehingga lebih mudah meresap ke dalam pori-pori kulit.
“Sejauh yang kami ketahui, nanospray berbahan daun kelor dan daun mimba untuk luka diabetes masih sangat jarang bahkan belum kami temukan produk serupa,” terang Rasyid.
Selain itu, tim juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) melalui platform Boltz-2 untuk memetakan bagaimana senyawa aktif dalam tanaman bekerja melawan bakteri penyebab infeksi sebelum diuji di laboratorium.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ums.ac.id