INDOZONE.ID - Lima mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta berhasil mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional usai meraih posisi lima besar dunia dalam ajang Global Student Innovation Challenge (GSIC).
Prestasi tersebut berhasil mereka raih berkat inovasi prostetik adaptif bernama Buddy V.1, yang dikembangkan untuk membantu anak penyandang disabilitas.
Tim bernama Buddy Builders ini terdiri dari Michelle Aurelia Nathanael, Kezia Angelina Hermawan, Rhenald Tanujaya, Kimberly Benedicta Christabel dari Program Studi Desain Produk, serta Gracia Jessica dari Program Studi Manajemen.
Sebelum tampil di kompetisi tersebut, mereka lebih dulu menjuarai National Student Innovation Challenge (NSIC) yang diselenggarakan oleh Product Development & Management Association Indonesia (PDMAI).
Baca juga: Bukan Hanya soal Nilai! Kenali Perbedaan Prestasi Akademik dan Prestasi Non-Akademik
Inovasi Buddy V.1 lahir dari keprihatinan mereka terhadap masih terbatasnya akses prostetik bagi anak penyandang disabilitas tangan.
Selain biaya yang relatif tinggi, prostetik untuk anak juga harus diganti secara berkala karena ukuran tubuh yang terus bertambah seiring bertambahnya usia.
Michelle menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat sebagian keluarga kesulitan menyediakan alat bantu yang sesuai kebutuhan dalam jangka panjang.
“Banyak prostetik yang harganya cukup tinggi, kurang menarik bagi anak-anak, dan harus diganti berulang kali seiring pertumbuhan tubuh. Kondisi ini membuat penggunaan prostetik menjadi kurang berkelanjutan bagi sebagian keluarga,” jelasnya.
Baca juga: Cultural Majesty: 122 Mahasiswa Unesa Tampilkan Pesona Budaya dalam Balutan Tata Rias Modern
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim mengembangkan Buddy V.1 dengan memanfaatkan teknologi 3D Scan dan 3D Print.
Berkat teknologi tersebut, prostetik dapat diproduksi sesuai ukuran dan kebutuhan masing-masing pengguna.
Salah satu fitur utama yang menjadi pembeda adalah sistem adaptive reprint yang dimiliki inovasi ini, yaitu kemampuan mencetak ulang prostetik sesuai perubahan ukuran tubuh anak tanpa harus memulai proses produksi dari awal.
Dengan pendekatan tersebut, biaya produksi dapat ditekan sekaligus mempermudah proses penyesuaian ketika pengguna mengalami pertumbuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ukdw.ac.id