Ilustrasi mahasiswa melakukan presentasi skripsi (Freepik)
INDOZONE.ID - Sidang skripsi menjadi salah satu tahap penting yang harus dilalui mahasiswa sebelum resmi menyelesaikan pendidikan.
Durasi pelaksanaannya bisa berbeda-beda, mulai dari yang berlangsung singkat hingga memakan waktu cukup lama.
Berikut lima faktor yang dapat membuat sidang berjalan lebih cepat atau justru lebih panjang dari perkiraan.
Baca juga: 5 Cara Menjaga Motivasi saat Mengerjakan Skripsi: Ternyata Dimulai dari Kebiasaan Sederhana Ini
Mahasiswa yang sudah menguasai materinya dengan matang akan lebih mudah menjawab pertanyaan secara cepat dan tepat sasaran, sehingga sidang bisa berjalan lebih efisien.
Sebaliknya, jika mahasiswa terlihat ragu atau kurang memahami isi skripsi sendiri, penguji biasanya perlu meluangkan waktu lebih untuk mengarahkan kembali jawaban yang diberikan.
Setiap dosen memiliki karakter dan gaya bertanya yang berbeda-beda. Ada yang langsung menyasar inti permasalahan, ada pula yang cenderung suka mendalami topik melalui diskusi panjang.
Makin banyak penguji yang terlibat, biasanya durasi tanya jawab akan berlangsung lebih lama.
Baca juga: Dosen UNAIR Ciptakan Inovasi Panel Surya, Berhasil Masuk Nominasi Ajang Nobel di Jerman
Penelitian bersifat eksperimental atau melibatkan penggunaan alat tertentu, biasanya membutuhkan demonstrasi tambahan.
Akibatnya, waktu sidang menjadi lebih panjang ketimbang penelitian kualitatif yang lebih berbasis wawancara atau analisis teks.
Sebagian kampus menerapkan aturan waktu ketat. Sebab, harus menguji banyak mahasiswa dalam satu hari.
Namun, ada juga kampus yang lebih fleksibel dan membiarkan sidang berlangsung lebih lama jika diskusi dianggap penting untuk didalami.
Baca juga: 5 Fungsi Akreditasi Kampus yang Mahasiswa Harus Tahu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Binus, Amatan