INDOZONE.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial, Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Telkom University, menggelar program pelatihan Mobile Journalism bagi remaja Karang Taruna 06 Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, pada Rabu (20/5).
Mengusung judul "Pemberdayaan Karang Taruna 06 Gumuruh Bandung melalui Pelatihan Mobile Journalism", kegiatan ini difokuskan untuk mengoptimalkan platform TikTok dan Instagram sebagai media komunikasi informasi dan edukasi warga lokal.
Ketua Tim Pengusul Abdimas Telkom University, Nisa Nurmauliddiana Abdullah, S.I.Kom., M.I.Kom., menyoroti fenomena kesenjangan digital tingkat kedua (The Second Level Digital Divide), di mana tingginya durasi penggunaan internet generasi muda belum berbanding lurus dengan kecakapan memproduksi informasi yang kredibel.
Baca juga: Gak Sekadar Main Medsos, Siswa MTsN Dibimbing Jadi Content Creator oleh Mahasiswa UNS
Remaja Karang Taruna sering kali hanya menjadi objek pengonsumsi konten pendek, sementara arus disinformasi atau hoaks di grup WhatsApp maupun media sosial lokal sering memicu kegaduhan. Selain itu, informasi krusial dari kelurahan seperti jadwal pelayanan atau program bantuan sosial sering kali diabaikan karena tersampaikan dalam format teks yang kaku.
Hadir sebagai pembicara praktisi, Kemas Akbar Sahdial, S.I.Kom., seorang kreator konten profesional, membedah teknik pengemasan narasi visual hanya dengan menggunakan ponsel pintar.
"Teman-teman Karang Taruna harus bertransformasi dari pengonsumsi pasif menjadi pembuat pesan yang memahami sinematografi seluler. Dalam workshop ini, kami membedah bagaimana menerapkan prinsip 5W+1H ke dalam video pendek, menjaga etika pengambilan gambar (privacy consent), serta menyusun elemen 'Hook' di detik awal agar pengumuman kelurahan maupun potensi UMKM lokal bisa viral secara edukatif," ujar Kemas.
Implementasi program ini dikemas secara sistematis ke dalam tiga tahapan inti. Rangkaian diawali dengan workshop pembekalan narasi kreatif (digital storytelling) untuk menggali potensi unik lokal di Gumuruh, mulai dari sektor UMKM hingga informasi layanan publik.
Baca juga: Ramai Isu Penilaian SNBP Undip 2026 di Medsos, Kampus Akhirnya Buka Suara: Ini Faktanya!
Setelah menguasai konsep, para peserta dibekali teknik Mobile Journalism yang menitikberatkan pada sinematografi ponsel, penataan cahaya, perekaman audio jernih, serta editing on-the-go menggunakan aplikasi seluler.
Tahapan dilanjutkan dengan pendampingan produksi langsung di lapangan yang dilengkapi penyusunan standar prosedur operasional (SOP) pengelolaan akun dan tata cara merespons audiens di media sosial.
Kolaborasi ini sangat tepat sasaran dalam membangkitkan peran pemuda sebagai penggerak opini di lingkungan warga. Melalui keterampilan baru ini, Karang Taruna tidak hanya diharapkan mampu memproduksi konten promosi (soft-selling) bagi pelaku usaha mikro setempat, tetapi juga tumbuh menjadi garda terdepan ketahanan informasi lokal guna membentengi masyarakat dari paparan hoaks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung