INDOZONE.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial, Program Studi S1 Digital Broadcasting Telkom University, menyelenggarakan program pelatihan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) bagi Karang Taruna 06 Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung pada hari Rabu, 20 Mei 2026 Pukul 17.00.
Mengusung kurikulum bertajuk "AI untuk Produktivitas dan Kebaikan", kegiatan ini bertujuan untuk memangkas kesenjangan literasi digital (digital divide) di tingkat organisasi kepemudaan akar rumput (grassroots).
Ketua Tim Pengusul Abdimas Telkom University, Fiqie Lavani Melano, S.I.Kom., M.I.Kom., menyoroti bahwa tingginya penetrasi internet di Indonesia saat ini masih didominasi untuk kebutuhan hiburan dan media sosial, bukan produktivitas. Pada tingkat komunitas lokal seperti Karang Taruna seperti pembuatan surat resmi dan proposal kegiatan tahunan serta stagnasi ide kreatif program kerja.
Hadir sebagai pembicara utama, Hanif Abdullah Shabir, S.I.Kom., membedah kecerdasan buatan bukan sebagai pengganti peran manusia, melainkan instrumen akselerasi kerja yang asisten-sentris.
"Tantangan terbesar teman-teman Karang Taruna bukan terletak pada kepemilikan gawai, melainkan bagaimana memberikan instruksi yang tepat kepada sistem AI. Dalam pelatihan ini, kami membedah formula C-R-I (Context, Role, Instruction) agar output yang dihasilkan presisi, baik untuk menyusun draf proposal kegiatan warga maupun merancang naskah publikasi," ujar Hanif.
Pelatihan yang menerapkan metode partisipatif (Participatory Learning and Action) ini dikemas ke dalam empat tahapan interaktif. Pada sesi awal, peserta diajak 'berkenalan' dengan AI guna meluruskan persepsi ketakutan terhadap teknologi baru sekaligus membedakannya dengan sistem otomatisasi biasa.
Memasuki sesi inti, peserta dibimbing menguasai teknik Prompt Engineering menggunakan formula C-R-I, yang kemudian langsung dipraktikkan secara berkelompok lewat gawai masing-masing untuk memecahkan studi kasus administrasi nyata di sesi ketiga.
Sebagai penutup, fasilitator memberikan literasi kritis terkait 'rambu-rambu' pemanfaatan AI, mencakup pemahaman tentang fenomena halusinasi AI, bias algoritma, serta urgensi perlindungan data pribadi.
Ketua Karang Taruna 06 Gumuruh, Kokom Komariah, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan akademisi dalam membantu mengurai persoalan operasional organisasi kepemudaan di wilayahnya. Melalui kegiatan yang berkontribusi langsung pada Poin ke-4 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Pendidikan Berkualitas) ini, Karang Taruna Gumuruh diharapkan mampu bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif, produktif, dan memiliki ketahanan informasi yang kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung