Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Kamis, 03 JULI 2025 • 13:04 WIB

Zalac Food Indonesia: Inovasi Bisnis Mahasiswa Hukum UMY yang Berhasil Ekspor ke Berbagai Negara

Zalac Food Indonesia: Inovasi Bisnis Mahasiswa Hukum UMY yang Berhasil Ekspor ke Berbagai NegaraArif Reksa Pambudi berada di ladang salak (umy.ac.id)

INDOZONE.ID - Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang jadi salah satu daerah yang dikenal sebagai penghasil salak terbaik. Panen salak inilah jadi mata pencaharian warga nya sehari-hari. 

Setiap tahunnya, dari bulan oktober sampai desember musim panen berlangsung. Kegiatan sortir dan angkat salak jadi pemandangan setiap harinya. Dari sinilah, lahir Zalac Food Indonesia. 

Usaha ini dibentuk dan dikembangkan salah satunya oleh Arif Reksa Pambudi. Ia merupakan mahasiswa semester 2 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Reksa juga bentuk sistem yang lebih efisien serta modern dengan memanfaatkan teknologi.

Baca juga: Kisah Cemerlang Almas Prakasa, Raih Doktor di Usia 25 Tahun Sampai Punya 35 Publikasi Bereputasi

Dari Zalac Food Indonesia, Reksa berhasil memberdayakan sekitar 200 an petani salak di lereng Gunung Merapi tersebut. Turun ke dalam bidang pertanian bukan sebatas bisnis baginya. Akan tetapi, ini adalah tanggung jawab sebagai pemuda terhadap desa.

“Anak muda perlu menjadi katalisator dalam dunia pertanian seperti ini. Urgensi pengembangan desa sangat tinggi, dan menurut saya, menjadi petani milenial di DI Yogyakarta adalah hal yang membanggakan,” ujar Reksa, dikutip laman resmi UMY.

Pada bisnis ini, Reksa gak cuma fokus pada hasil panen aja. Namun, Ia juga fokus pada distribusi salak nya, terutama pada jenis “Salak Nglumut”. 

Baca juga: 5 Kampus di Indonesia yang Jadi Lokasi Syuting Film Populer, Ada yang Nyadar Gak?

Manfaatkan Setiap Bagian

Di lereng Gunung Merapi sebenarnya banyak jenis-jenis salak yang jadi komoditas ekspor. Beberapa negara juga menjadi tujuan ekspor Zalac Food Indonesia dengan Tani Ngudi Luhur seperti, Malaysia, Kamboja, Jerman, Tiongkok, dan Thailand.

Zalac Food Indonesia juga menerapkan pertanian sirkular. Bagian seperti biji, buah, bahkan kulit dimanfaatkan, sehingga bisa jadi nilai tambah. 

Beberapa produk unggulan dari Zalac Food Indonesia yaitu manisan, dodol, coklat, geplak, sirup, selai, bakpia, sirup, dan crackers. Sementara itu, kulit salak disanitasi jadi teh herbal. Lalu bijinya diolah jadi wedang kantos, minuman mirip kopi yang terbuat dari biji salak.

Baca juga: Mahasiswa UI Ciptakan Game untuk Deteksi Dini ADHD dan Disleksia, Juara 1 di Ajang Microsoft

Membagi Waktu Jadi Tantangan Bagi Reksa

Bisnis Reksa saat ini terus berkembang, tetapi Ia mengaku bahwa membagi waktu antara kuliah dan bisnis jadi tantangan besar. Reksa sendiri merupakan penerima beasiswa penuh dari UMY, pastinya dituntut untuk nilai akademik dan aktif organisasi.

“Tantangan terbesar adalah manajemen waktu. Saya harus cermat mengatur prioritas, karena akademik tetap yang utama,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Umy.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Zalac Food Indonesia: Inovasi Bisnis Mahasiswa Hukum UMY yang Berhasil Ekspor ke Berbagai Negara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!