Ilustrasi wisuda kelulusan (freepik)
INDOZONE.ID - Siapa bilang lulus cum laude cuma modal rajin belajar dan begadang?
Nyatanya, Nur Anisa, seorang alumni Fakultas Pertanian Universitas Riau, bersama kedua temannya, membuktikan hal yang berbeda.
Kisah mereka adalah inspirasi bagaimana berkat strategi jitu, solidaritas sejati, dan prioritas yang tertata rapi, predikat cum laude bukan hanya mimpi.
Penasaran? Yuk kupas tuntas bocoran resep sukses mereka yang bikin kuliah jadi lebih asyik, terarah, dan pastinya goal-oriented!
Baca juga: Kisah Brian Arianto Tanuwidjaja si Jago Debat di Acara TV, Lulus Cumlaude S1 Kedokteran UGM
Punya saingan itu wajar. Tapi, mereka justru menjadikan "musuh" sebagai sekutu!
Dengan ahli analisis, jago public speaking, dan ahli perhitungan di tim mereka, debat sengit jadi sarana melatih mental.
Kuncinya: tidak saling menjatuhkan atau iri, tapi fokus pada pertumbuhan bersama.
Teman tapi mesra? Big No. Mereka menetapkan batasan pertemanan sejak awal.
Ini krusial agar fokus tidak terdistraksi dan support system tetap solid. Persahabatan kokoh tak terganti oleh urusan hati.
Target mereka jelas: IPK di atas 3.50 itu harga mati! Caranya? Saling bantu belajar sesuai keahlian.
Jago hitungan tukar ilmu dengan yang lihai bahasa. Mereka tak hitung-hitungan dalam berbagi. Solidaritas nomor satu! Karena sukses bersama lebih manis daripada sendiri.
Resep anti-gagal lainnya adalah hindari teman "toxic". Ciri-cirinya? Nongkrong tak jelas, bolos kuliah, kumpul tanpa tujuan, apalagi titip absen.
Lingkungan positif itu kunci, bagai pupuk suburkan mimpi. Teman suportif mendorong semangat belajarmu maju bersama!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tiktok/@nur.anisaaa77