Ilustrasi tulisan Jurnal scopus (fip.unesa.ac.id)
INDOZONE.ID - Selama menjadi mahasiswa, publikasi jurnal penting banget untuk dilakukan, setidaknya sekali selama kuliah.
Apalagi dalam dunia akademik, hasil riset bisa jadi tolak ukur pentingnya seseorang berkontribusi nyata sebagai akademisi. Ada banyak jurnal untuk publikasi riset kamu, hanya perlu sesuaikan saja dengan topik yang diangkat.
Salah satu publikasi yang diakui bahkan secara internasional adalah terindeks scopus. Scopus ini merupakan basis data sitasi, yang mencangkup berbagai macam jurnal ternama dan bereputasi dari berbagai disiplin ilmu.
Akan tetapi, untuk menulis karya yang bisa terindeks scopus bukanlah hal yang mudah, karena ada standar yang harus diikuti.
Baca juga: 5 Rekomendasi Film Seru dan Inspiratif untuk Mahasiswa IT dan Programmer: Yuk, Cek Daftarnya!
Beberapa hal yang harus diperhatikan misalnya, ada pembaharuan (novelty) dalam penelitian, metodologi yang digunakan jelas, hingga terdapat kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Oleh sebab itu, kalau ingin publikasi karya terindeks scopus gak bisa main-main. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan teliti. Apa aja sih kira-kira? simak penjelasannya berikut ini.
Dalam menulis sebuah karya, orisinalitas pastinya menjadi unsur penting. Jangan sampai penelitian kamu hanya copy paste dari tulisan-tulisan lain.
Selain itu, buatlah penelitian yang valid, bukan sebatas mengutip penelitian lain saja. Artikel yang terindeks scopus, lebih mengedepankan dan menuntut penelitian yang punya dampak langsung terhadap perkembangan ilmu pengetahun.
Baca juga: 3 Hal yang Wajib Diperhatikan buat Maba yang Pertama Kali Ngekos, Jangan Bawa Semua Isi Rumah
Struktur dan sistematika penulisan juga penting banget buat diperhatikan. Pastikan dalam menyusun penelitian, kamu menggunakan pola Introduction, Method, Result, and Discussion.
Mengapa demikian? karena jurnal terindeks scopus juga mengedepankan kejelasan sistematika penulisan. Kalau kamu menulis secara berantakan atau tidak sistematis, bakal memengaruhi penilaian dari jurnal yang kamu submit.
Selanjutnya ada penggunaan referensi dalam penelitian. Kalau ingin masuk ke jurnal terindeks scopus, gunakan referensi dari jurnal bereputasi. Jangan sampai menggunakan dari website blog yang sumber data nya gak valid.
Kamu bisa gunakan referensi dari jurnal bereputasi yang paling terbaru. Biasanya 5 tahun kebelakang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@brilliantpublisher