INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 118 Universitas Diponegoro Semarang menggelar edukasi dan penyuluhan mengenai pengelolaan Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Balai RW 7 Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Semarang.
Kegiatan yang dilakukan Sabtu (19/7/2025) ini dihadiri warga, terutama ibu rumah tangga yang antusias mengikuti rangkaian edukasi mulai dari pengenalan tanaman obat keluarga hingga praktik pengelolaannya.
Program edukasi dan penyuluhan disusun sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.
Baca juga: Kukuhkan 9.347 Mahasiswa Baru, Rektor UNAIR: Jangan Cuma Ngejar IPK Saja
Toga dinilai dapat menjadi alternatif pengobatan alami sekaligus solusi preventif/pencegahan terhadap penyakit sindrom metabolik, seperti hipertensi, diabetes dan kolestrol tinggi.
Hal ini terutama di tengah naiknya biaya layanan kesehatan dan meningkatnya ketergantungan pada obat kimia.
“Banyak tanaman di sekitar kita sebenarnya punya manfaat luar biasa. Kami ingin warga tahu bahwa jahe, kunyit, kencur, dan daun salam itu bukan sekadar bumbu dapur, tapi juga bagian dari gaya hidup sehat yang murah dan bisa diakses siapa pun,” ujar Araya selaku penyuluh sekaligus penyusun booklet Toga Sehat Keluarga Hebat.
Baca juga: Dulu Bertahan, Kini Membangun: Mahasiswa Undip Ajarkan Ketahanan Pangan Dunia Melalui Sejarah
Dalam pemaparan, peserta dikenalkan pada prinsip dasar pengelolaan Toga.
Penjelasan dimulai dari cara memilih lokasi tanam yang sesuai, pengolahan media tanam organik, pemupukan alami, teknik penyiraman, pemangkasan, hingga perlindungan dari cuaca ekstrem.
Mahasiswa juga memaparkan manfaat masing-masing jenis tanaman berdasarkan kandungan senyawa aktifnya.
Sesi berlanjut dengan pembahasan waktu panen dan penyimpanan. Rimpang seperti jahe dan kunyit dipanen setelah 8–12 bulan, sementara daun sereh dan daun salam bisa dipetik setelah tanaman tumbuh rimbun.
Baca juga: Lewat Edukasi Visual, Mahasiswa KKN Undip Hidupkan Potensi Wisata Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang
Warga juga diajarkan cara menyimpan hasil panen agar tetap awet dan tidak kehilangan khasiat, seperti dengan penjemuran dan penyimpaman hasil panen yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung