Pengenalan program rekognisi USK Banda Aceh
INDOZONE.ID - Universitas Syiah Kuala (USK) memperkenalkan program Rekognisi Prestasi dan Kegiatan Kemahasiswaan untuk mendorong mahasiswa aktif berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
Program ini dikenalkan kepada ribuan mahasiswa baru dalam rangkaian PAKARMARU di Gedung AAC Dayan Dawood, Rabu (13/8/2025).
Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Prestasi USK, Prof. Farid Mulana, S.T., menjelaskan rekognisi ini merupakan bentuk pengakuan dalam ekstrakurikuler dan nonkurikuler mahasiswa yang akan tercantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
“SKPI merupakan sangat berguna untuk nilai tambah selain ijazah, karena Saat masuk dunia kerja seperti perusahaan akan melihat prestasi apa saja yang diraih oleh mahasiswa selama masa kuliah,” jelas Farid.
Baca juga: MURI Akui Prestasi IPB University! 4472 Mahasiswa Baru Pecahkan Rekor di MPKMB IPB 62
Mulai tahun akademik ini, seluruh mahasiswa baru angkatan 2025 diwajibkan memenuhi target rekognisi tertentu. Jika tidak tercapai, mahasiswa berisiko tidak dapat mengisi Kartu Rencana Studi (KRS).
Aturan ini diterapkan untuk mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan di dalam dan luar kampus. Manfaat program ini beragam, termasuk peluang mempercepat masa studi.
“Misalnya, medali emas di kejuaraan nasional atau internasional, untuk program studi tertentu bisa diakui sebagai skripsi, sehingga menghemat waktu studi hingga enam bulan,” ujarnya.
Farid menegaskan, lulusan USK harus memiliki kompetensi sekaligus karakter. “Cerdas boleh, tapi jangan pernah lupakan karakter,” pesannya.
Baca juga: Semarak Peringatan 17 Agustus di UNDIP, Berbagai Macam Lomba Seru sampai Hadiah Menggiurkan
Sementara itu, Kepala Bagian Kemahasiswaan USK, Enzus Tinianus, S.H., M.H., menekankan pentingnya peran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai wadah pengembangan minat dan bakat.
USK memiliki beragam UKM seperti Menwa, Pramuka, Fastana, Detak, BSPD, Leuser, PMI, Duta Kampus, dan lainnya.
“Semua UKM akan dibiayai, baik untuk mengikuti lomba maupun membuat kegiatan, asalkan mengajukan proposal. Namun, di masa efisiensi ini, proposal akan diseleksi ketat. Target medali emas akan mendapat prioritas,” tegas Enzus.
Dengan program rekognisi ini, USK berharap lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki portofolio prestasi dan pengalaman yang kuat, siap bersaing di dunia kerja maupun wirausaha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung