Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Jumat, 15 AGUSTUS 2025 • 21:05 WIB

Mahasiswa KKN Undip Edukasi Petani Dukuh Kupo Soal POC dan Pestisida Nabati

Mahasiswa KKN Undip Edukasi Petani Dukuh Kupo Soal POC dan Pestisida NabatiMahasiswa Undip mengedukasi petani seputar penggunaan pupuk alami 

INDOZONE.ID - Mahasiswa Tim KKNT IDBU 90 Universitas Diponegoro (Undip) memberi edukasi seputar alternatif penggunaan pestisida nabati kepada para petani di Dukuh Kupo, Boyolali, Jawa Tengah.

Pestisida nabati ini menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar Dukuh Kupo, salah satunya urin sapi.

Kegiatan, pertengahan Juli lalu, ini menghadirkan narasumber dari Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Cepogo, Sri Ratmono, yang membagikan pengetahuan dan pengalamannya dalam pertanian berkelanjutan. 

Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa pestisida nabati tidak hanya lebih ramah lingkungan, tapi juga mengurangi ketergantungan petani pada produk komersial berbahan kimia.

Baca juga: Tingkatkan Minat Baca, Mahasiswa KKN-T IDBU 16 Bangun Pojok Literasi Untuk Siswa di Desa Blacanan

Para petani yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif mengikuti tahapan-tahapan pembuatan pestisida nabati, seperti fermentasi urin sapi, pencampuran bahan seperti daun brotowali, jahe, dan bawang putih. 

Mereka juga aktif bertanya terkait penyemprotan yang tepat dan bahan seperti EM4 yang baru pertama kali mereka dengar.

Selama ini, petani di Dukuh Kupo masih menggunakan pestisida kimia, yang penggunaannya dalam jangka panjang berefek buruk bagi ekosistem.
 
Menurut ketua tim KKNT IDBU 90 UNDIP, edukasi ini merupakan langkah konkret membantu masyarakat beralih secara bertahap dari praktik pertanian berbasis kimia menuju sistem pertanian berkelanjutan.

Baca juga: Hidup Bersih dan Gigi Sehat: Mahasiswa Undip Beri Edukasi Kesehatan ke Anak-Anak di Rusun Kaligawe

"Kami ingin membuka wawasan para petani bahwa mereka bisa menghasilkan panen berkualitas tanpa harus merusak lingkungan atau mengorbankan kesehatan," ungkapnya.

Ini selaras dengan komitmen Indonesia dalam implementasi Konvensi Stockholm. Konvensi tersebut berisi kesepakatan  mengurangi hingga menghapus penggunaan bahan pencemar organik persisten (POPs), termasuk beberapa jenis pestisida berbahaya. 

Dukuh Kupo pun menjadi contoh bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kesediaan untuk belajar dan mencoba hal baru, dari desa untuk dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa KKN Undip Edukasi Petani Dukuh Kupo Soal POC dan Pestisida Nabati

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!