Mahasiswa KKN UNS mengimplementasikan SDG's
INDOZONE.ID - Implementasi nyata Sustainable Development Goals (SDG’s) kembali dibuktikan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) kelompok 312.
Melalui pendekatan terintegrasi tiga pilar SDGs, tim menciptakan sinergi berkelanjutan antara kemitraan strategis, inovasi industri kreatif, dan proyeksi pertumbuhan ekonomi lokal di Desa Tambakboyo, Kec Tawangsari, Sukoharjo, selama periode 1-18 Agustus 2025.
Langkah awal yang ditempuh tim KKN UNS 312 sejalan dengan SDG’s 17 (Partnership for the Goals) - menjalin kemitraan strategis dengan Panitia Tambakboyo Fair dan pengelola Cagar Budaya Punden Kyai Guno Wijoyo.
Kolaborasi ini menjadi fondasi solid untuk menciptakan dampak pembangunan yang berkelanjutan.
Baca juga: Mahasiswa UNY Sulap Jerami Padi Jadi Biofungisida Ramah Lingkungan Bernama BlasOryzin
"Kemitraan ini bukan sekadar formalitas, tetapi kolaborasi substantif yang memungkinkan kami memahami kebutuhan riil masyarakat dan potensi budaya yang dapat dikembangkan," ungkap salah satu anggota tim KKN.
Melalui kemitraan ini, program Interpretasi Kebudayaan Asli Desa Tambakboyo dapat terlaksana dengan akurasi tinggi, menghasilkan desain visual berkualitas untuk empat ikon bersejarah: Punden, Tugu KM 0, Jembatan Gantung, dan Gapura Kyai Guno Wijoyo.
Transisi ke SDGs 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) terwujud melalui dua program inovatif yang menciptakan identitas kebudayaan dan lambang ikonik Tambakboyo Fair.
Tim KKN mengembangkan Inovasi Pembuatan Merchandise Official Tambakboyo Fair yang terdiri dari lima produk unggulan: kaos, gantungan kunci, stiker, tumbler, dan paper bag.
Baca juga: Anti Meleng! Bikin Presentasimu Berkesan dengan Upgrade Pakai Rumus S.O.C.I.A.L!
Setiap merchandise dirancang dengan pendekatan desain kontemporer yang tetap menghormati nilai-nilai budaya lokal.
Produk-produk ini tidak hanya berfungsi sebagai souvenir, tetapi juga media promosi berkelanjutan yang membawa identitas Desa Tambakboyo ke berbagai daerah.
Inovasi kedua berupa pembuatan photobooth bertemakan kebudayaan asli desa menjadi terobosan dalam industri pariwisata lokal.
Photobooth dengan nuansa kebudayaan nusantara ini dirancang khusus sebagai landmark interaktif yang memadukan pelestarian budaya dengan teknologi modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung