Potret Alma Titian (Instagram/@radartarakan)
INDOZONE.ID - Siapa sangka hobi menonton drama Korea bisa nganterin seseorang ke jenjang pendidikan tinggi di Negeri Ginseng?
Inilah kisah inspiratif Alma Titian, gadis asal Bulungan, Kalimantan Utara, yang berhasil wujudin mimpinya kuliah S2 di University of Ulsan, Korea Selatan lewat beasiswa penuh Global Korea Scholarship (GKS).
Baca juga: Inspiratif! Kisah Mahasiswi Papua Selesaikan Skripsi Cuma Pakai Handphone
Alma bisa wujudin itu semua dengan doa, tekad, dan konsistensi, serta Alma sosok yang mampu mematahkan stereotip bahwa anak daerah gak bisa bersaing di kancah global.
Ketertarikan Alma pada Korea berawal dari kebiasaan sederhananya yaitu menonton drama Korea.
Dari sekadar menikmati kisah fiksi di layar, Alma perlahan menumbuhkan impian besar untuk menjejakkan kaki langsung di negeri asal budaya yang ia sukai. Tapi, tentu aja jalan menuju mimpi itu gak semudah cerita drama.
Potret Alma Titian (Instagram/@radartarakan)
Alma sempat ragu sama kemampuan bahasa, bahkan harus beradaptasi dengan makanan dan budaya baru yang tentu aja terasa asing. Tapi, bukannya mundur, Alma milih untuk melangkah sedikit demi sedikit, sampai akhirnya berhasil meraih kesempatan emas itu.
Potret Alma Titian (Instagram/@radartarakan)
Dalam pesannya, Alma ngingetin anak muda supaya gak minder hanya karena berasal dari daerah. karena sekecil apa pun langkahmu, itu akan mendekatkan kamu sama pada impianmu.
Jadi jangan ragu bermimpi hanya karena keterbatasan geografis. Justru dari daerah terpencil sekalipun, pintu menuju dunia bisa terbuka lebar jika diiringi usaha, keyakinan dan doa.
Selain itu inspirasi bisa datang dari hal-hal kecil yang sering kita anggap remeh, contohnya kayak nonton drama. Jadi ini tentang bagaimana kamu berani mengambil dan memanfaatkan peluang itu.
Baca juga: Inspiratif! Deva Ale, Mahasiswi ITB Stikom Ambon Presentasi Skripsi Pakai Bahasa Isyarat
Kalau kamu dikasih kesempatan kuliah ke luar negeri, negara mana yang jadi tujuan impianmu? Apakah Korea dengan budaya pop-nya, Jepang atau china dengan teknologi canggihnya, atau mungkin negara Eropa dengan sejarah panjang akademiknya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@radartarakan