Teknologi Terapan MIT (news.mit.edu)
INDOZONE.ID - Massachusetts Institute of Technology (MIT) Lincoln Laboratory baru saja mengantongi tujuh penghargaan R&D 100 Awards 2025, deretan “Oscar” nya dunia teknologi terapan.
Paket kemenangannya lengkap dari keamanan nasional, komputasi masa depan, hingga komunikasi luar angkasa.
Baca juga: Oxford dan EIT Luncurkan Program AI Vaksin Ambisius untuk Melawan Infeksi dan Antibiotik Resisten
Adalah sensor “bola baseball” yang bisa ditoss atau didrop drone untuk mendeteksi uap atau aerosol berbahaya. Di dalamnya ada kipas mini dan kamera yang membaca perubahan warna pada dye card, lalu mengirim alert via aplikasi atau alarm on device.
Intinya point detection yang murah, cepat, dan bisa diposisikan di depan petugas.
Adalah radar dan radio millimeter wave yang menyapu ribuan beam per detik, mendeteksi ancaman ke kendaraan tempur sembari menjaga komunikasi yang low probability of detection. Sudah naik ke tahap produksi.
Adalah model AI-assisted untuk situational awareness spektrum. Di “rawa” sinyal sipil-militer yang campur aduk, alat ini memisahkan dan mengklasifikasi emitor (mis. protokol drone) secara hampir real time, sehingga keputusan operasional lebih berbasis data.
Adalah arsitektur terminal laser communications yang sudah debut di ISS (2023) dan kini disiapkan untuk Artemis II (misi bulan NASA, 2026). Dua produsen industri telah mengadopsi arsitekturnya, transfer teknologi ke mitra lain berjalan.
Merupakan pusat kriptografi SATCOM anti-jam DoD. Mendistribusikan kunci secara real-time dan skalable di jaringan yang tengah diserang, jadi “tulang punggung” arsitektur SATCOM taktis generasi berikutnya.
Adalah pendekatan tanpa microbump untuk 2D, 2.5D, 3D IC sehingga ratusan chiplet bisa berperforma seperti satu chip. Fabric nya dioptimasi decision tree AI, targetnya bandwidth, efisiensi daya, dan yield buat beban kerja AI kelas berat.
Adalah mikroskop kriogenik berbasis nitrogen-vacancy (NV) diamond yang memetakan medan magnet pada elektronik superkonduktor secara wide-field, cepat, dan resolusi tinggi. Ini kunci mempercepat debug dan scaling komputasi superkonduktor/kuantum.
Tujuh piala R&D 100 ini akan menjadi peta jalan inovasi, selain itu ini gak hanya satu atau dua gebrakan, tapi ini ekosistem yang bergerak serentak.
Baca juga: Mahasiswa ITB Bangun Instalasi Biogas dari Kotoran Sapi, Bantu Desa Wujudkan Energi Terbarukan
Mulai dari sensor lapangan yang bisa dilempar, radar komunikasi yang susah dideteksi, AI spektrum yang melek konteks, lasercom yang siap ke Bulan, SATCOM antijam yang tahan gempur, hingga chiplet 3D dan alat karakterisasi kriogenik yang mendorong komputasi generasi baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: News.mit.edu