INDOZONE.ID - Abu sekam padi, biasanya dianggap limbah pertanian, tapi di tangan Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), itu bisa jadi bahan inovasi kelas nasional.
Mereka berhasil mengubah persepsi itu dan meraih juara 1 nasional di kompetisi Business Plan lewat inovasi semen abu sekam padi.
Baca juga: Mahasiswa UGM Juara I Datathon 2025 dengan Inovasi Analisis Perilaku dari CCTV
Tim FEB Unair, mereka mengembangkan semen ramah lingkungan yang menggunakan abu sekam padi sebagai salah satu bahan substitusi.
Abu sekam padi adalah limbah pertanian yang sebelumnya dianggap kurang berguna tapi lewat penelitian, pemrosesan, dan formulasi tepat, mereka berhasil membuat produk semen yang punya potensi kompetitif.
Pasukan inovator Unair mempresentasikan ide ini di ajang Business Plan nasional, bersaing dengan tim-tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. mereka ditetapkan sebagai juara satu.
prestasi ini adalah kemenangan sekaligus pengakuan terhadap solusi bernilai sosial, lingkungan, dan ekonomi.
Unair menyebut kalau implementasi ide ini bisa mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan, memperkecil limbah pertanian, serta membuka peluang usaha baru untuk petani yang selama ini hanya mengandalkan jual gabah atau jerami.
Beberapa poin kunci yang menjadikan proposal ini unggul adalah Sustainability, dimana pemanfaatan limbah (abu sekam padi) sebagai bahan substitusi dalam industri semen, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Selain itu tim harus membuktikan bahwa semen ini tetap memiliki kekuatan struktural memadai jika tidak, ide “inovasi hijau” saja tidak cukup.
Produk ini juga bisa mengangkat perekonomian petani, memperluas nilai tambah produk pertanian lokal dan tentunya proposal dan pitch tim FEB Unair mampu meyakinkan dewan juri dari sisi rencana bisnis, proyeksi pasar, dan keberlanjutan jangka panjang.
Tentu, jalan dari ide ke produksi masal tidak mudah. Mereka harus menghadapi bagaimana memproduksi semen abu sekam padi dalam volume besar dengan konsistensi mutu, produk baru harus memenuhi standar keamanan, struktur, dan sertifikasi.
Selain itu biaya dan investasi awal juga merupakan hal yang utama. Tapi dengan kemenangan di level nasional, mereka telah mendapatkan validasi, jaringan kompetisi, dan eksposur yang bisa dimanfaatkan untuk mencari mitra industri, investor, dan institusi pengujian mutu.
Seringkali inovasi terbaik muncul dari hal yang sederhana atau bahkan dipandang remeh oleh banyak orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id