Prastika Krisma Jiwanti, PhD saat menerima Travel Award . (unair.ac.id)
INDOZONE.ID - Prastika Krisma Jiwanti, PhD, dosen rekayasa nanoteknologi sekaligus wakil dekan III Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga (Unair).
Prastika sukses meraih Travel Award dalam ajang internasional Global Conference for Women Leaders and Emerging Researchers in Materials Science (Glow) 2025 yang digelar di Singapura.
Ajang Glow 2025 menjadi salah satu konferensi sains internasional bergengsi yang mempertemukan peneliti perempuan dan akademisi muda di bidang material sains.
Dalam acara tersebut, Prastika menonjol lewat riset inovatifnya di bidang material nano khususnya untuk sensor elektrokimia dan elektrokatalisis.
Penelitiannya mencakup beragam aplikasi penting, mulai dari sensor deteksi obat-obatan dan logam berat, hingga teknologi konversi karbon dioksida menjadi senyawa bermanfaat.
Dengan riset itu, Prastika menunjukkan kalau sains gak hanya berbicara di ruang laboratorium, tapi juga berperan penting dalam menjawab tantangan global seperti pencemaran lingkungan dan keberlanjutan energi.
Penghargaan Travel Award ini merupakan tiket ke konferensi internasional dan pengakuan atas kontribusi nyata Prastika dalam pengembangan teknologi nanomaterial di Indonesia.
Melalui ajang ini, ia memperkuat jejaring akademik global, membuka kolaborasi riset lintas negara, dan memperlihatkan bahwa ilmuwan perempuan Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia. Capaian ini juga menambah daftar panjang prestasi akademisi Unair di panggung internasional.
Universitas Airlangga sendiri aktif mendorong dosen dan mahasiswanya untuk melakukan penelitian kolaboratif lintas disiplin, terutama dalam bidang teknologi masa depan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Kisah Prastika adalah pengingat kalau dedikasi dan konsistensi bisa membawa hasil besar. Ia memulai dari laboratorium kampus, fokus pada satu bidang yang ia cintai, dan terus berkembang hingga hasil risetnya mendapat pengakuan internasional.
Prestasinya menjadi kemenangan pribadi dan bukti, kalau dunia sains di Indonesia semakin terbuka bagi perempuan.
Dengan semakin banyak ilmuwan perempuan yang berani tampil dan berkontribusi, ekosistem riset nasional menjadi lebih beragam dan kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id