Ilustrasi mahasiswa yang berhasil gak overthingking dengan omongan oarang lain. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Hidup di dunia kampus sering kali gak hanya soal tugas, skripsi, atau presentasi. Di balik dinamika akademik, banyak mahasiswa juga harus berhadapan dengan tekanan sosial baik dari lingkungan pertemanan maupun media sosial.
Ada yang dicibir karena terlalu ambisius, ada yang direndahkan karena dianggap “gak cukup aktif”, bahkan ada yang menjadi bahan gosip hanya karena tampil berbeda.
Fenomena ini jadi potret nyata kalau gak semua ruang kampus sepenuhnya mendukung proses tumbuh, terutama ketika mental masih ditempa.
Individu yang gemar merendahkan orang lain biasanya terperangkap dalam fixed mindset. Mereka melihat keberhasilan hanya milik kelompok tertentu dan sulit menerima kalau setiap orang punya jalur tumbuh yang berbeda.
Mereka yang gak bisa menerima keberhasilan orang lain cenderung memilih jalan paling mudah yaitu meremehkan. Padahal, perilaku semacam itu justru menunjukkan ketakutan dan ketidakberanian untuk keluar dari zona nyaman mereka.
Komentar sinis, cibiran, dan gosip di kalangan mahasiswa seolah menjadi hal lumrah. Tapi, opini orang lain sebenarnya gak punya kuasa apa pun pada proses belajar, kemampuan, atau masa depan seseorang.
Hasil akademik, karya ilmiah, dan keberhasilan dalam organisasi ditentukan oleh usaha, bukan oleh omongan. Jadi ketika mahasiswa fokus pada peningkatan diri, setiap langkah kecil menuju kemajuan menjadi bukti konkret yang gak bisa dibantah oleh siapa pun.
Mereka yang benar-benar sibuk mengejar mimpi biasanya gak punya waktu untuk mengurusi kehidupan orang lain. Semakin produktif seorang mahasiswa, semakin kecil pula kecenderungan untuk menilai orang lain dengan sinis.
Sebaliknya, individu yang terlalu sering mengomentari kehidupan orang lain biasanya sedang kehilangan arah dan pencapaian pribadi.
Nyatanya dunia kampus seharusnya menjadi tempat untuk berkolaborasi, bukan berlomba menjatuhkan.
Menghadapi lingkungan yang penuh gosip gak memerlukan debat atau konfrontasi. Cara paling elegan adalah tetap melangkah dan menunjukkan hasil. Ketika prestasi dan dedikasi berbicara lewat tindakan, mereka yang sempat meremehkan justru akan terdiam dengan sendirinya.
Banyak mahasiswa inspiratif membuktikan hal ini. Mereka yang dulu diremehkan kini berhasil menorehkan pencapaian nasional, bahkan internasional, karena memilih fokus daripada terpengaruh oleh ocehan.
Setiap mahasiswa memiliki lintasan hidup yang unik dan gak perlu diukur dengan standar orang lain. Lingkungan sosial kampus memang bisa keras, tapi justru di situlah karakter ditempa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@perempuanbervalue