Ilustrasi mahasiswa sedang menentukan judul skripsi (Freepik)
INDOZONE.ID - Memilih judul merupakan langkah awal penting dalam proses penyusunan skripsi. Bukan hanya sebagai cermin penelitian, melainkan mempengaruhi kelancaran dari penelitian tersebut.
Namun, banyak mahasiswa masih merasa kesulitan saat menentukan judul skripsi. Gak jarang judul tersebut malah gak nyambung dengan topik yang diangkat. Jika ini terjadi, tentunya akan berakibat fatal, apalagi buat kamu yang menggunakan metode penelitian kuantitatif.
Oleh karena itu, penting banget nih buat kamu memahami kesalahan apa saja dalam menentukan judul. Penasaran? yuk intip penjelasannya di bawah ini.
Baca juga: FKUI Berhasil Raih Fully Accreditation dari IAAHEH, Satu-satunya di Indonesia
Kesalahan umum paling sering terjadi yaitu memiliki judul yang tidak menjelaskan hasil utama dari penelitian tersebut. Judul ini harus bisa memberikan gambaran penelitian apa yang sedang diangkat.
Judul ambigu atau umum bisa membuat pembaca bingung dan tidak tertarik. Kamu bisa gunakan kalimat spesifik dan langsung untuk menunjukkan aspek utama dalam penelitian tersebut. Selain itu, judul yang spesifik ini bisa membuat orang langsung menangkap gambaran dari isi penelitian.
Baca juga: Mengapa Skripsi Terasa Berat? Kenali 5 Faktor Penghambat yang Sering Muncul
Judul skripsi yang terlalu umum memang kurang bagus, begitupun jika terlalu banyak detail. Mahasiswa seringkali berupaya memasukan semua aspek penelitian pada judul, jadi membuatnya panjang dan terlihat rumit.
Walaupun harus spesifik, bukan berarti semua aspek itu masuk ke judul yang justru membuatnya terlihat rumit. Kamu tetap usahakan pesan utama tersampaikan, sehingga spesifiknya judul itu bisa ringkas dan gampang dipahami.
Contoh, jangan buat judul seperti “Analisis Pengaruh Media Sosial terhadap Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Urban di Jakarta pada Tahun 2025 dengan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif” karena akan terlihat bertele-tele.
Coba buat lebih ringkas, seperti “Analisis Pengaruh Media Sosial terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Urban di Jakarta”. Hasilnya, judul akan terlihat lebih ringkas, tapi tetap spesifik dan mencakup inti penelitian.
Kesalahan yang sering terjadi selanjutnya yaitu mengabaikan research gap atau celah penelitian. Research gap ini merupakan kekosongan yang seharusnya bisa jadi peluang untuk diteliti.
Judul skripsi ini idealnya bisa mencerminkan kontribusi baru untuk ilmu pengetahuan dari adanya celah tersebut.
Jika abai terhadap research gap, penelitian bisa saja hanya pengulangan dari skripsi sebelumnya. Sebab itulah, penting untuk peneliti melihat celah dari penelitian sebelumnya untuk menghasilkan kebaharuan penelitian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ebizmark.id, Ubharajaya.ac.id